Sabtu, 4 April 2026

Home Credit Kantongi US$ 100 Juta dari MUFG Bank untuk Pembiayaan Berbasis ESG

Penulis : Prisma Ardianto
19 Des 2023 | 18:45 WIB
BAGIKAN
Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz (kanan) da Managing Director, Head of Corporate Investment Banking & Products for Indonesia, MUFG Bank, Yuki Hayashi (kiri) saat seremoni kesepakatan pendanaan senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1.5 triliun untuk pembiayaan sosial. (Sumber: Home Credit)
Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz (kanan) da Managing Director, Head of Corporate Investment Banking & Products for Indonesia, MUFG Bank, Yuki Hayashi (kiri) saat seremoni kesepakatan pendanaan senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1.5 triliun untuk pembiayaan sosial. (Sumber: Home Credit)

JAKARTA, investor.id – PT Home Credit Indonesia (Home Credit) mengumumkan pendanaan sebesar US$ 100 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) dari MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch (MUFG). Dana segar ini akan digunakan sepenuhnya oleh perusahaan untuk memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui pembiayaan berbasis ESG (environment, social and governance).

Kerja sama ini merupakan bukti komitmen Home Credit dalam implementasi ESG di Indonesia. Kolaborasi ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum terpapar layanan keuangan formal secara memadai, melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap kelompok perempuan, sekaligus mendukung inklusi digital melalui penyediaan layanan pembiayaan untuk perangkat digital seperti smartphone dan tablet.

Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz mengungkapkan, pendanaan dari MUFG ini akan mendukung misi perusahaan untuk meningkatkan inklusi keuangan, sekaligus meningkatkan inklusi digital, khususnya melalui pembiayaan smartphone dan tablet, yang akan menciptakan kesempatan-kesempatan baru bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam rangka agenda transformasi digital Indonesia.

Advertisement

“Kerja sama ini akan semakin mengukuhkan komitmen Home Credit terhadap prinsip-prinsip ESG yang telah melekat di perusahaan selama beroperasi di Indonesia sejak 2013,” ungkap Volker dalam keterangannya, Selasa (19/12/2023).

Kerjasama pendanaan ini merupakan kali pertama yang dilakukan oleh Home Credit bersama MUFG setelah tuntasnya proses akuisisi perusahaan oleh konsorsium MUFG yang dipimpin oleh Krungsri Bank dan Adira Finance pada awal Oktober 2023. Volker menjelaskan bahwa kerja sama ini memperpanjang daftar fasilitas pendanaan yang diperoleh Home Credit dari berbagai pihak yang menandai kepercayaan yang tinggi terhadap komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pembiayaan yang bertanggungjawab di Indonesia.

Sementara itu, Managing Director, Head of Corporate Investment Banking & Products for Indonesia, MUFG Bank, Yuki Hayashi menerangkan, pihaknya senang dapat berkolaborasi dengan Home Credit sebagai salah satu anggota baru dari ekosistem MUFG yang terus berkembang di Indonesia. Melalui fasilitas pembiayaan pertama MUFG dengan Home Credit Indonesia, pihaknya ingin mendukung inklusi keuangan yang lebih besar di Indonesia.

“Dengan membeli perangkat seluler untuk pertama kalinya, berarti bisa memiliki akses ke internet dan mendapatkan akses ke peluang baru dalam memulai dan mengembangkan bisnis serta melanjutkan pendidikan. Kolaborasi dalam ekosistem ini sejalan dengan komitmen MUFG untuk menyalurkan total kumulatif 35 triliun Yen ke dalam pembiayaan terkait keberlanjutan secara global pada tahun 2030,” terang Yuki Hayashi.

Adapun Layanan pembiayaan Home Credit dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi My Home Credit yang telah diunduh oleh lebih dari 17 juta pengguna terdaftar. Selain smartphone dan tablet, layanan pembiayaan Home Credit dapat digunakan untuk pembelian berbagai barang lain seperti furniture, laptop, peralatan elektronik, aksesoris mobil dan sebagainya. Di samping pembiayaan barang, layanan Home Credit juga dilengkapi dengan pembiayaan tunai, paylater, e-wallet dan proteksi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 2 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 44 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 54 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia