Laba Danamon (BDMN) Meningkat 14%
JAKARTA, investor.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan profitabilitas ini ditopang dengan penurunan konsisten pada biaya kredit, bersamaan dengan pertumbuhan yang sehat pada pemberian pinjaman dan penghimpunan dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Danamon telah mengimplementasikan prioritas strategisnya dengan baik. Sehingga, perseroan dapat menghasilkan pertumbuhan pada sisi intermediasi maupun profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Baca Juga:
Ruang Tumbuh Bank Syariah Terbuka Lebar“Danamon menyambut tahun 2026 dengan tekad yang lebih kuat untuk menjadi penyedia solusi finansial yang terus berupaya mendapatkan kepercayaan nasabah serta untuk terus berkontribusi lebih banyak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Daisuke dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).
Dalam aspek intermediasi, per 31 Desember 2025, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun, tumbuh 9% (yoy). Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang pertumbuhan 14% pada kredit lini bisnis enterprise banking and financial institution. Kemudian, 10% pada lini bisnis consumer banking, lalu lini bisnis SME banking tumbuh 7%, dan 2% pada lini bisnis Adira Finance.
Pada sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun konsolidasian sebesar Rp176,9 triliun, tumbuh 16% (yoy). Dari jumlah tersebut, simpanan pada tabungan dan giro (CASA) meningkat 18% (yoy) mencapai Rp75,2 triliun.
Baca Juga:
NIM Perbankan Kian TerkikisDalam aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp21,6 triliun, tumbuh 5% (yoy). Pertumbuhan pada pendapatan operasional ini turut dikontribusikan dari pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 9% (yoy) mencapai Rp3,7 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan pada pendapatan non-bunga tresuri yang tumbuh 64% (yoy).
Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tumbuh 4% (yoy) menjadi Rp9,6 triliun. Selanjutnya, didorong oleh penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 10% (yoy). Dalam aspek rasio rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) FY2025 sebesar 7,7%.
Pertumbuhan dan profitabilitas di atas dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio cakupan loan-at-risk (LAR coverage ratio) meningkat 560 bps mencapai 54,9%, sementara rasio LAR menjadi 8,3% atau lebih baik 230 bps (yoy). Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) mencapai 280,7%. Rasio NPL bruto membaik 20 bps menjadi 1,7%.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






