Sabtu, 4 April 2026

Laba Danamon (BDMN) Meningkat 14%

Penulis : Nida Sahara
19 Feb 2026 | 21:53 WIB
BAGIKAN
Gedung Kantor PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon. (Foto: istimewa)
Gedung Kantor PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan profitabilitas ini ditopang dengan penurunan konsisten pada biaya kredit, bersamaan dengan pertumbuhan yang sehat pada pemberian pinjaman dan penghimpunan dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Danamon telah mengimplementasikan prioritas strategisnya dengan baik. Sehingga, perseroan dapat menghasilkan pertumbuhan pada sisi intermediasi maupun profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terjaga. 

Advertisement

“Danamon menyambut tahun 2026 dengan tekad yang lebih kuat untuk menjadi penyedia solusi finansial yang terus berupaya mendapatkan kepercayaan nasabah serta untuk terus berkontribusi lebih banyak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Daisuke dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026).

Dalam aspek intermediasi, per 31 Desember 2025, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun, tumbuh 9% (yoy). Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang pertumbuhan 14% pada kredit lini bisnis enterprise banking and financial institution. Kemudian, 10% pada lini bisnis consumer banking, lalu lini bisnis SME banking tumbuh 7%, dan 2% pada lini bisnis Adira Finance. 

Pada sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun konsolidasian sebesar Rp176,9 triliun, tumbuh 16% (yoy). Dari jumlah tersebut, simpanan pada tabungan dan giro (CASA) meningkat 18% (yoy) mencapai Rp75,2 triliun.

Dalam aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp21,6 triliun, tumbuh 5% (yoy). Pertumbuhan pada pendapatan operasional ini turut dikontribusikan dari pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 9% (yoy) mencapai Rp3,7 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan pada pendapatan non-bunga tresuri yang tumbuh 64% (yoy). 

Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tumbuh 4% (yoy) menjadi Rp9,6 triliun. Selanjutnya, didorong oleh penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 10% (yoy). Dalam aspek rasio rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) FY2025 sebesar 7,7%.

Pertumbuhan dan profitabilitas di atas dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio cakupan loan-at-risk (LAR coverage ratio) meningkat 560 bps mencapai 54,9%, sementara rasio LAR menjadi 8,3% atau lebih baik 230 bps (yoy). Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) mencapai 280,7%. Rasio NPL bruto membaik 20 bps menjadi 1,7%.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 28 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 39 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 48 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia