2023, BPJS Kesehatan Terima Iuran Rp 151,4 Triliun
JAKARTA, investor.id – BPJS Kesehatan menerima total iuran (unaudited) mencapai Rp 151,4 triliun pada tahun 2023. Nilai ini tumbuh 5,1% year on year (yoy) dibandingkan penerimaan iuran tahun 2022 sebesar Rp 144,04 triliun.
Jika dirinci, pendapatan iuran yang bersumber dari penerima bantuan iuran (PBI) APBN sebesar Rp 45,6 triliun dan PBI APBD sebesar RP 16,1 triliun. Penerimaan iuran dari segmen PBI ini mencapai Rp 61,7 triliun sepanjang 2023.
Sedangkan penerimaan iuran dari segmen non-PBI pada tahun 2023 mencapai Rp 89,7 triliun. Segmen non-PBI yang dimaksud adalah pekerja penerima upah (PPU), pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).
Sementara jika dibandingkan dengan realisasi pada satu dekade lalu, penerimaan iuran ini meningkat lebih dari Rp 110 triliun. Tercatat pada 2014, BPJS Kesehatan menerima iuran sebesar Rp 40,7 triliun.
Berdasarkan analisis BPJS Kesehatan, naiknya jumlah iuran dalam kurun 10 tahun belakangan ini didukung kesadaran masyarakat akan pentingnya JKN. Selain itu, terdapat jumlah kepesertaan yang meningkat, sehingga ikut mendongkrak perolehan iuran.
Hal lain yang turut berperan adalah perluasan kanal pendaftaran, pembayaran, dan inovasi pendanaan yang melibatkan masyarakat termasuk inovasi yang meningkatkan keaktifan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perilaku masyarakat dan upaya BPJS Kesehatan ini mendorong kolektibilitas iuran peserta JKN mencapai 98,80% pada tahun 2023.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






