Startup di 7 Sektor Ini Jadi Incaran Investor Tahun 2024
JAKARTA, investor.id – Mandiri Capital Indonesia (MCI) mengungkapkan arah tren investor dalam memberikan pendanaan terhadap startup atau perusahaan rintisan. Setidaknya ada tujuh sektor yang menjadi incaran para investor pada 2024 ini.
Sektor tersebut di antaranya agrikultur dan akuakultur, industri manufaktur, energi terbarukan (renewable energy), perdagangan karbon (carbon trading), artificial intelligence (AI), cyber security, dan kesehatan digital (digital health).
CEO Mandiri Capital Indonesia Ronald Simorangkir mengatakan, ada intensi dari pihaknya untuk menumbuhkan kembangkan investasi di sejumlah sektor yang memiliki peluang tumbuh besar tersebut.
“Jadi, ada intensi kita untuk menumbuh kembangkan investasi kita supaya lebih stable financially dan punya peluang untuk tumbuh. Sektor apa saja? Banyak banget,” tutur Ronald, saat ditemui di Menara Mandiri 2, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Ronald menekankan, dalam melihat peluang berinvestasi di startup ini pihaknya mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, berdasarkan sektor-sektor yang tengah didorong dan didukung oleh pemerintah. “Seperti industri manufaktur, sampai kepada industri kesehatan, kita melihat peluang di industri-industri yang didukung oleh pemerintah. Nah itu kita lihat juga,” ungkap Ronald.
“Misalnya Industri kesehatan ini kan banyak nih dari rumah sakit, alat kesehatan, obat-obatan asuransi, lalu ada cita-cita pemerintah menyingularkan data medis. Ini kan potensinya besar. Nah ini termasuk hal-hal yang kita lihat,” imbuhnya.
Kemudian, Ronald menyampaikan, pihaknya juga akan melihat peluang investasi ke startup berdasarkan prioritas dan dukungan dari ekosistem Mandiri Group itu sendiri.
“Industri yang punya prioritas dan peluang tumbuh dan dari sisi ekosistem mandiri juga support. Kita kombinasikan dengan kekuatan internal Mandiri Group prioritas dan potensi pertumbuhan industrinya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya melihat sejauh mana perusahaan rintisan yang akan diberi pendanaan memiliki peluang untuk tumbuh. Pihaknya juga mempertimbangkan risiko bisnis dan investasi dari sektor tersebut.
Risiko tersebut diketahui lewat pendekatan yang dijalin oleh Mandiri Capital Indonesia bersama calon-calon perusahaan rintisan yang jadi target investasi. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan binaan, project, dan sinergi langsung dengan ekosistem Mandiri Group.
“Nah, baru kita lihat 'wah ini bagus'. Sehingga meminimalisir risiko ketika kita investasi startup-nya gak cuma janji-janji aja. Kita beri pekerjaan, karena Mandiri Group ini kan skala besar, kita juga gak mau menjalin partner yang mengecewakan orang lain makanya kita mitigasi risikonya adalah jauh-jauh hari sebelum investasi,” urai Ronald.
“Kita bina dulu, kita lihat risiko bisnisnya seperti apa. Ada support gak, ada prioritas dari pemerintah gak, ekosistemnya bisa kita support gak, kita kombinasikan seluruh kekuatan yang ada. Itu mitigasi risiko yang bisa kita hindari,” pungkas dia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler

