Jumat, 15 Mei 2026

BRI (BBRI) Cetak Laba Rp 15,9 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
25 Apr 2024 | 09:05 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, Sunarso. (Foto: istimewa)
Direktur Utama PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, Sunarso. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mencetak laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,98 triliun atau tumbuh 2,69% secara tahunan (year on year/yoy). Hasil ini tidak terlepas dari melonjaknya beban bunga yang dibukukan perseroan.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan di harian Investor Daily pada Kamis (25/4/2024), BRI mencatat pendapatan bunga mencapai Rp 50,07 triliun pada tiga bulan pertama di tahun ini. Perolehan tersebut sebenarnya tumbuh sampai dengan 17,96% (yoy).

Namun di saat yang sama, beban bunga yang dibukukan bank bersandi BBRI ini naik signifikan sampai 45,87% (yoy) pada kuartal I-2024. Pos dari beban bunga tersebut mencapai Rp 14,12 triliun.

ADVERTISEMENT

Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dari BRI bergerak terbatas di level pertumbuhan 9,68% (yoy) atau mencapai Rp 35,95 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, NII tercatat sebesar Rp 32,77 triliun.

Tertahannya kinerja NII itu juga kemudian tercermin margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bergerak menyusut dari 6,67% di kuartal I-2023 menjadi sebesar 6,59% pada kuartal I-2024. Meski begitu, NIM dari BRI ini masih jauh di atas rata-rata industri perbankan.

Selain itu, beban operasional lainnya yang dicatatkan BBRI meningkat sampai dengan 20,58% (yoy) menjadi Rp 16,47 triliun. Salah satu peningkatan dicatatkan dari pos kerugian transaksi spot dan derivatif/forward (realised).

Sedangkan beberapa pos beban lain bergerak ke arah positif, seperti keuntungan penjualan aset keuangan, keuntungan dari peningkatan nilai wajar aset keuangan, termasuk diantaranya pos komisi/provisi/fee dan administrasi yang naik 6,92% (yoy) menjadi 5,43 triliun.

Peningkatan di sejumlah pos beban itu pada akhirnya ikut tergambarkan dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang meningkat dari level 60,70% pada kuartal I-2023 ke posisi 67,73% di kuartal I-2024.

Tapi di sisi lain, rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) dari BRI berhasil ditekan ke posisi 34,25% pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya di level 37,37%. Hal ini menandai kemampuan bank yang semakin efisien.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia