Kenaikan Biaya Perawatan Kesehatan Makin Menekan Kondisi Finansial Masyarakat
Survei juga mengungkapkan persepsi responden terhadap inflasi biaya perawatan kesehatan selama 12 bulan terakhir adalah sebesar 26%, di atas rata-rata negara-negara di Asia (23%) dan lebih besar dua kali lipat dari angka yang sebenarnya2. Responden sangat khawatir dengan kenaikan harga pada resep obat (61%), perawatan kesehatan untuk pencegahan (42%), dan rawat inap (41%). Penyakit yang paling dikhawatirkan adalah penyakit jantung (40%), stroke (35%), obesitas (24%), serta kanker dan diabetes (keduanya 22%).
Perlindungan kesehatan responden pun masih rendah, terutama untuk penyakit kritis, seperti rawat jalan 40%, rawat inap 34%, kecelakaan 30%, dan hanya 15% untuk penyakit kritis. Bahkan, angka-angka tersebut sebagian besar akan turun dalam beberapa tahun ke depan. Jaminan rawat jalan diprediksi turun menjadi 25%, rawat inap menjadi 27% dan kecelakaan menjadi 25%, namun hanya penyakit kritis yang sedikit lebih tinggi menjadi 18%.
“Masyarakat Indonesia memiliki investasi yang lebih beragam ketimbang negara lain di Asia, namun mereka amat bergantung pada tabungan. Hal ini beresiko tinggi karena uang pasti akan mengalami depresiasi, terutama ketika laju inflasi tinggi. Uang bukanlah jawaban,” kata Ryan.
Pilihan Menunda Pensiun
Sebagian besar responden di Asia merasa bahwa tunjangan dan cakupan kesehatan dari perusahaan tidak mencukupi. Hal ini terjadi pula di Indonesia dengan 74% responden memiliki pandangan serupa.
Bahkan ada 85% responden yang merasa perlu menambah tunjangan pensiun dan tunjangan hari tua yang mereka terima dari perusahaan. Selain itu, 60% dari mereka yang sudah menikah ingin menunda masa pensiun karena tanggung jawab finansial terhadap keluarga.
Pada umumnya di Asia dan di berbagai belahan dunia lainnya, alternatif untuk bergantung memiliki asuransi dan pensiun di hari tua adalah dengan memiliki anak supaya dapat menafkahi mereka di masa pensiun.
Tetapi pandangan tersebut makin memudar. Semisal di Indonesia, ada 44% responden mengatakan tidak mengharapkan anak-anak menafkahi mereka di masa pensiun. Persentase ini masih lebih tinggi dari semua pasar lain di kawasan Asia, kecuali Jepang (70%) dan Filipina (58%).
“Survei ini menunjukkan adanya kebutuhan bagi masyarakat Indonesia untuk merencanakan perlindungan kesehatan dengan lebih baik dan perusahaan asuransi memiliki peran penting untuk membantu mereka melakukan hal tersebut, terutama dalam mengubah persepsi mengenai biaya kesehatan dan berfokus pada kebutuhan individu yang spesifik. Dengan melakukan hal tersebut, setiap orang dapat menemukan cara untuk mengatasi kendala dalam perencanaan keuangan mereka secara lebih efektif,” demikian penjelasan Ryan.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler

