Jumat, 15 Mei 2026

Literasi Keuangan Cegah Fintech Lending Jadi Celah Praktik Judi Online

Penulis : Mardiana Makmun
2 Sep 2024 | 05:51 WIB
BAGIKAN
Perwakilan platform fintech lending 360Kredi, PinjamDuit, dan RupiahCepat berfoto dalam kegiatan literasi keuangan pada mahasiswa di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.
Perwakilan platform fintech lending 360Kredi, PinjamDuit, dan RupiahCepat berfoto dalam kegiatan literasi keuangan pada mahasiswa di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

JAKARTA, investor.id – Literasi keuangan pada anak muda harus ditingkatkan seiring pertumbuhan fintech lending yang terus meningkat. Hal ini agar fintech lending tidak menjadi celah bagi praktik judi online.

“Pertumbuhan fintech lending di Indonesia terus menunjukkan angka yang positif bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data OJK, outstanding pembiayaan fintech lending tumbuh sebesar 25,44% secara tahunan sebesar Rp 64,56 triliun pada Mei 2024,” ungkap Pengawas dari Bidang Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Hendrik Benyamin, dikutip dari keterangan tertulis.

Hendrik berbicara pada kegiatan literasi keuangan bertema ‘Merdeka Finansial, Bebas Judi Online’ di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini. Kegiatan ini diinisiasi oleh platform fintech P2P lending yang terdaftar di OJK, yaitu PT Inovasi Terdepan Nusantara (360Kredi), PT Stanford Teknologi Indonesia (PinjamDuit), dan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat).

Hendrik memaparkan, sebanyak lebih dari 50% peminjam fintech lending adalah kalangan anak muda generasi milenial dan gen Z. “Namun pertumbuhan fintech lending ternyata menjadi celah bagi praktik judi online yang juga menyasar anak muda,” ungkap Hendrik.

ADVERTISEMENT

Hendrik menyebut, nilai total transaksi judi online mencapai Rp 327 triliun, dan 3,29 juta orang bermain judi online. Kondisi ini menimbulkan keterpurukan dalam sektor keuangan dan non keuangan, karena menimbulkan efek domino yang negatif.

Menurut laporan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, ada sekitar 4 juta orang yang terdeteksi melakukan judi online dengan rata-rata pemain judi online adalah usia produktif di rentang usia 31-50 tahun.

“Beberapa dampak negatif judi online, diantaranya fenomena gali lubang dan tutup lubang, pelanggaran privasi, tersebarnya data pribadi, tindakan kriminal hingga berefek pada gangguan mental, bahkan keinginan untuk bunuh diri,” papar Hendrik.

Ulah Pinjol Ilegal

Sayangnya, hubungan antara fintech lending dan judi online seringkali menjadi kawanan yang dinilai erat di mata publik. Persepsi ini menjadi sebuah kerugian bagi industri fintech lending. Padahal, tegas Hendrik, yang berperan dalam judi online adalah pinjol ilegal, bukan fintech lending yang berizin dan diawasi OJK.

“Platform fintech lending memiliki benteng tersendiri dalam melakukan filter borrower. Pemanfaatan inovasi teknologi AI, e-KYC, hingga credit scoring menjadi acuan wajib dalam menjalankan prosedur penerimaan borrower. Sementara di pinjol ilegal, acuan tersebut tidak dijalankan dan menjadi jebakan bagi para pemain judi online untuk mendapatkan dana talangan,” papar Hendrik.

Karena itu, lanjut Hendrik, penting untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa terhadap manfaat dan penggunaan dana secara bijak dari fintech lending. “Anak muda harus memperdalam pemahaman mengenai keuangan digital serta menekankan pentingnya meraih kesehatan finansial yang optimal dan menghindari perilaku merugikan seperti judi online,” ujar Hendrik.

Hendrik menilai, kejadian pasca-gempa telah menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara lembaga jasa keuangan dan institusi pendidikan. “Saat ini terdapat 98 perusahaan pendanaan daring yang terdaftar resmi di OJK. Pengetahuan yang dibagikan hari ini diharapkan dapat diperluas dan diteruskan kepada teman, saudara, dan rekan-rekan yang tidak dapat hadir,” kata Hendrik.

Berdasarkan data riset, keinginan untuk cepat kaya menjadi alasan utama yang mendorong pemain judi online. “Kemajuan teknologi memang memudahkan orang untuk berinteraksi dan bertransaksi, namun diperlukan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkannya, khususnya terkait pengelolaan finansial. Ini menjadi penting, agar masyarakat tidak mudah terjebak dengan pinjol ilegal, apalagi judi online” ujar Public & Government Relation Manager 360Kredi, Habriyanto Rosyidi.

Aulia Maghfiroh selaku PR Specialist RupiahCepat menyatakan "Melalui kegiatan literasi keuangan ini, kami ingin mengedukasi generasi muda tentang pentingnya memahami perbedaan antara fintech lending legal dan pinjaman ilegal yang sering digunakan untuk membiayai aktivitas merugikan seperti judi online. Literasi keuangan yang baik dapat menjadi kunci untuk mencegah dampak negatif yang diakibatkan oleh pinjaman ilegal dan judi online, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi finansial dengan bijak guna mencapai kesejahteraan finansial."

Vivi Linda, Commercial Manager dari PinjamDuit, menekankan pentingnya memahami risiko, manfaat, dan tantangan dalam keuangan digital. “Saat ini adalah waktu yang strategis untuk memperdalam pemahaman mengenai fintech (financial technology). Memahami secara cermat literasi dan inklusi keuangan serta bagaimana hal ini berhubungan dengan upaya menghindari jebakan finansial yang merugikan seperti judi online, sangatlah penting,” tegas Vivi.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 22 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia