Jumat, 15 Mei 2026

AXA Financial Luncurkan Asuransi Kesehatan Terbaru

Penulis : Prisma Ardianto
9 Sep 2024 | 14:23 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi asuransi. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi asuransi. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, AXA Health Protector. Perlindungan asuransi untuk risiko kesehatan ini ditujukan untuk nasabah berusia 15 – 80 tahun dengan berbagai fitur unggulan.

Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav mengungkapkan, situasi kenaikan inflasi medis berdampak secara langsung terhadap kenaikan klaim asuransi. Pihaknya menyadari kondisi ini menjadi beban bagi para nasabah.

“Oleh karena itu, komitmen AFI terkait inklusi kesehatan membuat kami menghadirkan manfaat perlindungan kesehatan yang inovatif, dan menyediakan mekanisme bagi nasabah untuk mengendalikan kenaikan premi di masa depan,” kata Niharika dalam keterangannya, pada Senin (9/9/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, perlindungan asuransi ini membuka kesempatan kepada nasabah yang memiliki riwayat medis dan hingga usia 80 tahun. “Kami berharap produk ini dapat membuat lebih banyak masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat asuransi,” imbuh Niharika.

AXA Financial dengan mengacu Survei Mercer Marsh Benefits (MMB) 2021-2023 menerangkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan inflasi medis hingga mencapai 13,6% pada tahun 2023. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi Asia sebesar 11,5% dan bahkan melebihi inflasi ekonomi di angka 3,3% per Agustus 2023.

Sementara Survei Global Medical Trends 2024 yang dirilis oleh Willis Tower Watson menyatakan bahwa Indonesia dianggap sebagai salah satu dari tiga negara di Asia Pasifik dengan inflasi biaya kesehatan tertinggi di dunia, setelah Filipina dan Malaysia. Hal itu mengakibatkan layanan kesehatan terbaik menjadi sulit untuk dijangkau oleh masyarakat.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), rasio klaim terhadap premi asuransi kesehatan mencapai 105,7% pada semester I-2024. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, yakni 103,7%.

Di sisi lain, klaim asuransi pada periode semester I-2024 meningkat 26% hingga Rp 11,83 triliun, di mana hal ini berdampak besar pada industri asuransi jiwa di Indonesia. Peningkatan nilai klaim itu mencerminkan semakin banyak orang yang memanfaatkan layanan asuransi jiwa untuk kebutuhan medis.

Fitur Unggulan

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia