AXA Financial Luncurkan Asuransi Kesehatan Terbaru
JAKARTA, investor.id – PT AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, AXA Health Protector. Perlindungan asuransi untuk risiko kesehatan ini ditujukan untuk nasabah berusia 15 – 80 tahun dengan berbagai fitur unggulan.
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav mengungkapkan, situasi kenaikan inflasi medis berdampak secara langsung terhadap kenaikan klaim asuransi. Pihaknya menyadari kondisi ini menjadi beban bagi para nasabah.
“Oleh karena itu, komitmen AFI terkait inklusi kesehatan membuat kami menghadirkan manfaat perlindungan kesehatan yang inovatif, dan menyediakan mekanisme bagi nasabah untuk mengendalikan kenaikan premi di masa depan,” kata Niharika dalam keterangannya, pada Senin (9/9/2024).
Dia menerangkan, perlindungan asuransi ini membuka kesempatan kepada nasabah yang memiliki riwayat medis dan hingga usia 80 tahun. “Kami berharap produk ini dapat membuat lebih banyak masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat asuransi,” imbuh Niharika.
AXA Financial dengan mengacu Survei Mercer Marsh Benefits (MMB) 2021-2023 menerangkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan inflasi medis hingga mencapai 13,6% pada tahun 2023. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi Asia sebesar 11,5% dan bahkan melebihi inflasi ekonomi di angka 3,3% per Agustus 2023.
Sementara Survei Global Medical Trends 2024 yang dirilis oleh Willis Tower Watson menyatakan bahwa Indonesia dianggap sebagai salah satu dari tiga negara di Asia Pasifik dengan inflasi biaya kesehatan tertinggi di dunia, setelah Filipina dan Malaysia. Hal itu mengakibatkan layanan kesehatan terbaik menjadi sulit untuk dijangkau oleh masyarakat.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), rasio klaim terhadap premi asuransi kesehatan mencapai 105,7% pada semester I-2024. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, yakni 103,7%.
Di sisi lain, klaim asuransi pada periode semester I-2024 meningkat 26% hingga Rp 11,83 triliun, di mana hal ini berdampak besar pada industri asuransi jiwa di Indonesia. Peningkatan nilai klaim itu mencerminkan semakin banyak orang yang memanfaatkan layanan asuransi jiwa untuk kebutuhan medis.
Fitur Unggulan
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





