Jumat, 15 Mei 2026

Simpanan Perorangan Menguap Rp 25 Triliun dalam Dua Bulan

Penulis : Prisma Ardianto
22 Okt 2024 | 19:44 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Nominal simpanan perorangan di perbankan menurun dalam dua bulan terakhir pada Agustus dan September 2024. Penurunan yang dimaksud mencapai nilai Rp 25,3 triliun.

Berdasarkan data sementara Uang Beredar (M2) yang dirilis Bank Indonesia (BI), total simpanan perorangan mencapai Rp 4.093,8 triliun pada September 2024. Nilai itu menyusut Rp 7,4 triliun dibandingkan total simpanan pada Agustus 2024 yang sebesar Rp 4.075,9 triliun.

Penyusutan juga terjadi senilai Rp 17,9 triliun jika dibandingkan dengan total simpanan perorangan yang mencapai Rp 4.093,8 triliun pada Juli 2024. Dengan demikian, selama dua bulan berturut-turut, simpanan perorangan di bank terkuras senilai Rp 25,3 triliun.

ADVERTISEMENT

Jika ditilik lebih lanjut, tren penyusutan simpanan perorangan dicatatkan dari semua jenis instrumen yang dipilih, baik itu giro, tabungan, maupun deposito. Di giro, terdapat penurunan senilai Rp 11,1 triliun selama dua bulan terakhir.

Di saat sama hingga September 2024, simpanan perorangan berupa tabungan juga turun Rp 1 triliun dalam kurun dua bulan. Penempatan di deposito pun susut sebesar Rp 13 triliun selama dua bulan ini.

Dari sisi kinerja, simpanan perorangan tumbug paling rendah sepanjang tahun ini yaitu 0,6% year on year (yoy) pada September 2024. Sedangkan bagi perbankan, simpanan perorangan mencakup 48,23% dari total DPK yang mencapai Rp 8.434,1 triliun, menandai kontribusi besar dari segmen perorangan dalam penghimpunan dana oleh perbankan. 

Kinerja DPK tercatat tumbuh 6,7% (yoy) sampai sembilan bulan pada tahun ini. Namun demikian, DPK perbankan itu sejatinya juga bergerak tumbuh melambat dalam kurun empat bulan terakhir, sejak DPK tumbuh tertinggi pada Mei 2024 lalu sebesar 8,5% (yoy).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia