Berkolaborasi Mengelola Biaya Kesehatan Karyawan
JAKARTA, investor.id – PT Great Eastern Life Indonesia berkolaborasi menghadirkan solusi inovatif untuk kebutuhan nasabah korporasi. Kolaborasi ini muncul sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi pemberi kerja di Indonesia, terutama terkait kenaikan rasio klaim kesehatan akibat inflasi medis yang terus meningkat.
Berdasarkan laporan Mercer Marsh Benefits, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 14,6% pada 2024. Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi pemberi kerja untuk mengelola biaya kesehatan secara efisien tanpa mengurangi kenyamanan karyawan.
Adapun Great Eastern Life Indonesia berkolaborasi dengan Optik Melawai mengadakan acara client gathering bertema Towards Transforming Employee Benefits in Indonesia di Ballroom Optik Melawai, Rodenstock Building. Acara ini turut didukung oleh EMC Healthcare dan Good Doctor Technology Indonesia sebagai bagian dari ekosistem kesehatan yang mendukung layanan asuransi kesehatan dari Great Eastern Life Indonesia.
Dalam keterangan tertulis, Minggu (1/12/2024), Head of Group Insurance Division Great Eastern Life Indonesia Daniel Putranto menyampaikan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan Optik Melawai dan rekanan lainnya adalah langkah strategis untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan nasabah korporasi.
“Ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan, menjawab kebutuhan nasabah, dan membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka, sesuai dengan visi Jadi Hebat, Reach for Great," jelas dia.
Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Billy Bhayangkara menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut.
"Kolaborasi antara perusahaan asuransi dengan rekanan seperti Optik Melawai, EMC Healthcare, dan Good Doctor Technology Indonesia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan asuransi kesehatan di Indonesia,” jelas dia.
Fitur Terbaru
Pada kesempatan ini, Great Eastern Life Indonesia meluncurkan fitur terbaru dari Aplikasi GEC-ID, platform digital inovatif yang menawarkan berbagai kemudahan seperti biometric face recognition, e-card, e-claim, dan fitur lain yang memungkinkan peserta asuransi mengakses layanan dengan cepat, aman, dan fleksibel kapan pun dan di mana pun. Selain itu, Human Capital Portal yang menjadi bagian dari layanan ini juga memberikan kemudahan bagi tim Human Capital perusahaan dalam mengelola informasi polis, klaim, laporan risiko, serta data lainnya secara transparan dan real-time.
Optik Melawai juga turut memperkenalkan inovasi terbarunya berupa sistem aplikasi internal yang memungkinkan proses pembelian kacamata secara cashless menjadi lebih cepat, otomatis, dan efisien. Sistem ini memberikan transparansi dalam setiap transaksi, mengurangi risiko fraud, serta meningkatkan pengalaman pengguna.
Presiden Direktur Optik Melawai Eddyanto Hadisurjo menyampaikan harapannya, kerja sama ini dapat memperluas jangkauan layanan Optik Melawai di segmen korporasi dan membantu pemberi kerja di Indonesia dalam menyediakan layanan kacamata yang berkualitas namun terjangkau bagi karyawan mereka.
Head of Corporate Sales and Insurance Business Optik Melawai Endung Irmawati menambahkan, proses penjaminan adalah bagian yang paling memakan waktu dalam suatu proses pembelian produk kacamata secara cashless. Sistem penjaminan internal yang bersifat otomatis ini di luncurkan sebagai suatu terobosan yang dapat menjembatani antara proses penjaminan yang di satu sisi harus mengutamakan ketepatan dan integritas klaim namun di sisi lain juga harus bisa menjaga dan meningkatkan customer experience.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




