Sabtu, 4 April 2026

OJK: Sektor Keuangan Stabil di Tengah Guncangan Ekonomi hingga Akhir 2024

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
7 Jan 2025 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers daring Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK per Desember 2024, pada Selasa (7/1/2024). (Tangkapan layar, Alfida Rizky Febrianna)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers daring Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK per Desember 2024, pada Selasa (7/1/2024). (Tangkapan layar, Alfida Rizky Febrianna)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK per Desember 2024.

“Hasil dari Rapat Dewan Komisioner untuk Agenda 10 Desember 2024 yang adalah menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga stabil di tengah dinamika perekonomian global dan domestik,” ungkap Mahendra, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (7/1/2024).

Mahendra menyampaikan, inflasi juga masih cukup resisten, saat perkembangan terkini perekonomian global menunjukkan pemulihan terbatas. Rilis data secara mayoritas menunjukkan negara-negara berada di bawah ekspektasi.

Advertisement

“Hal ini mendorong posisi dari bank-bank sentral global untuk lebih netral ke depan meski mayoritas bank sentral telah menunjukkan suku bunga kebijakan dalam dua bulan terakhir ini,” tuturnya.

Adapun OJK terus mencermati perkembangan terkini dari perekonomian dan geopolitik di sejumlah negara yang menjadi faktor-faktor risiko bagi stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia.

Misalnya, di Amerika Serikat (AS), perekonomian dan data ketenagakerjaan tumbuh solid dengan inflasi yang masih cenderung sticky. The Fed memangkas suku bunga acuan. Namun, di lain pihak memberikan sinyal high for longer dengan pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) di 2025 yang hanya sebesar 50 basis poin (bps), dari sebelumnya, pemangkasan 75 bps dan juga ekspektasi pasar antara 75 – 100 bps.

Selain itu, pasar juga terus mencermati kebijakan dari Presiden Terpilih AS, Donald Trump yang turut mempengaruhi kenaikan volatilitas pasar keuangan.

Sementara, di Tiongkok, pemulihan sisi supply mulai terlihat, tetapi belum ada sinyal perbaikan sisi demand.

Di samping itu, dari sisi domestik, kinerja perekonomian Indonesia terjaga stabil. Data Consumer Price Index (CPI) terus menunjukkan dis-inflasi dan ekspor yang terkontraksi. Sementara di sisi lain, PMI Manufaktur tercatat di zona ekspansi.

“Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, maka OJK yang terus mencermati perkembangan terkini, meminta lembaga jasa keuangan agar terus memonitor faktor-faktor risiko tersebut secara berkala dalam rangka mengukur kemampuan untuk menyerap potensi risiko yang terjadi,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 20 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 29 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia