Dibawah Target BI, Kredit Perbankan Diproyeksi Cuma Tumbuh 10,34%
JAKARTA, investor.id – Survei Perbankan Kuartal IV-2024 dari Bank Indonesia menyatakan bahwa penyaluran kredit pada tahun 2025 tumbuh lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024. Pertumbuhan kredit bergerak melambat dari 10,39% menjadi 10,34%.
“Responden memprakirakan outstanding kredit hingga akhir tahun 2025 tumbuh sebesar 10,34% (yoy), stabil dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit pada tahun 2024 yang mencapai 10,39% (yoy),” demikian dijelaskan dalam Survei Perbankan Triwulan IV-2024 dari Bank Indonesia (BI), pada Senin (20/1/2025).
Dengan demikian, pertumbuhan kredit perbankan tahun 2025 berdasarkan survei tersebut berada di bawah target dari Bank Indonesia. Adapun Bank Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11-13% (yoy) pada tahun 2025.
Sementara itu dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, hasil survei menunjukkan responden memperkirakan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2025 tetap optimis, dengan prakiraan pertumbuhan outstanding kredit yang kuat.
“Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit,” kata Ramdan.
Dia juga menerangkan prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan I-2025 yang tetap kuat dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 82,3%. Namun demikian, ini lebih rendah dibandingkan SBT 97,9% pada triwulan sebelumnya.
Selain itu, kebijakan penyaluran kredit oleh perbankan pada triwulan I-2025 diprakirakan sama ketat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan I-2025 yang bernilai positif sebesar 0,2.
Baca Juga:
Kredit Investasi Jadi Penopang“Aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih ketat antara lain plafon kredit, suku bunga kredit, dan premi kredit beresiko,” ungkap Ramdan.
Survei Perbankan dilaksanakan secara triwulanan sejak triwulan III-1999. Pengumpulan data periode triwulan IV-2024 dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Survei dilakukan untuk memperoleh informasi dini mengenai kebijakan perbankan dalam penyaluran kredit, pendanaan dan penentuan suku bunga, perkembangan permintaan dan penawaran kredit baru. Sampel dipilih secara purposive terhadap +40 bank umum yang mencakup sekitar 80% total aset perbankan nasional.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






