Jumat, 15 Mei 2026

Dibawah Target BI, Kredit Perbankan Diproyeksi Cuma Tumbuh 10,34%

Penulis : Prisma Ardianto
20 Jan 2025 | 18:43 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Survei Perbankan Kuartal IV-2024 dari Bank Indonesia menyatakan bahwa penyaluran kredit pada tahun 2025 tumbuh lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024. Pertumbuhan kredit bergerak melambat dari 10,39% menjadi 10,34%.

“Responden memprakirakan outstanding kredit hingga akhir tahun 2025 tumbuh sebesar 10,34% (yoy), stabil dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit pada tahun 2024 yang mencapai 10,39% (yoy),” demikian dijelaskan dalam Survei Perbankan Triwulan IV-2024 dari Bank Indonesia (BI), pada Senin (20/1/2025).

Dengan demikian, pertumbuhan kredit perbankan tahun 2025 berdasarkan survei tersebut berada di bawah target dari Bank Indonesia. Adapun Bank Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11-13% (yoy) pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

Sementara itu dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, hasil survei menunjukkan responden memperkirakan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2025 tetap optimis, dengan prakiraan pertumbuhan outstanding kredit yang kuat.

“Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit,” kata Ramdan.

Dia juga menerangkan prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan I-2025 yang tetap kuat dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 82,3%. Namun demikian, ini lebih rendah dibandingkan SBT 97,9% pada triwulan sebelumnya.

Selain itu, kebijakan penyaluran kredit oleh perbankan pada triwulan I-2025 diprakirakan sama ketat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan I-2025 yang bernilai positif sebesar 0,2.

“Aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih ketat antara lain plafon kredit, suku bunga kredit, dan premi kredit beresiko,” ungkap Ramdan.

Survei Perbankan dilaksanakan secara triwulanan sejak triwulan III-1999. Pengumpulan data periode triwulan IV-2024 dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Survei dilakukan untuk memperoleh informasi dini mengenai kebijakan perbankan dalam penyaluran kredit, pendanaan dan penentuan suku bunga, perkembangan permintaan dan penawaran kredit baru. Sampel dipilih secara purposive terhadap +40 bank umum yang mencakup sekitar 80% total aset perbankan nasional.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia