Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Premi Asuransi Komersial Tumbuh 4,91% pada 2024

Penulis : Prisma Ardianto
26 Jan 2025 | 17:25 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pendapatan premi di industri asuransi komersial tumbuh 4,91% year on year (yoy) pada tahun 2024. Adapun asuransi komersial mencakup sektor industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi.

“Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi mencapai Rp 336,65 triliun, tumbuh 4,91% yoy,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Perkembangan pendapatan premi asuransi komersial pada tahun 2024 itu bergerak lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumya. Mengacu data OJK, premi asuransi komersial pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing hanya tumbuh 1,21% (yoy) dan 1,46% (yoy).

ADVERTISEMENT

Namun demikian, pertumbuhan pendapatan premi asuransi komersial pada 2024 masih lebih rendah dibandingkan dengan kinerja 2021, yang naik sebesar 5,04%.

Di sisi lain, Mahendra juga melaporkan bahwa industri asuransi komersial membukukan pertumbuhan aset sebesar 2,03% (yoy) menjadi Rp 1.133,87 triliun pada tahun 2024. Dalam hal ini, gabungan aset dari industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi juga tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan dua tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, aset industri asuransi komersial sempat tumbuh tinggi pada 2021 sebesar 7,98% (yoy). Kemudian tumbuh melambat menjadi 1,97% (yoy) pada 2022 dan naik 1,60% (yoy) di akhir 2023.

Mahendra menambahkan, permodalan di industri asuransi komersial pada Desember 2024 masih memadai. Tercermin dari risk-based capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat sebesar 420,67% dan asuransi umum dan reasuransi sebesar 325,93%.

“(RBC) Di atas ambang batas 120%,” demikian pungkas Mahendra.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia