Segmen Properti dan Ritel Topang Target Pertumbuhan Premi TUGU di 2025
JAKARTA, investor.id – Anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor asuransi umum yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) telah menetapkan berbagai langkah strategis untuk menyambut tahun 2025.
Beberapa langkah strategis yang ditempuh emiten dengan kode saham TUGU untuk 2025 antara lain ekspansi bisnis, digitalisasi, dan strategi pengelolaan modal yang efektif. Kombinasi dari berbagai langkah strategis tersebut diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan perseroan di tahun ini.
Baca Juga:
UMKM Pun Perlu Dilindungi AsuransiAnalis BCA Sekuritas, Ryan Santoso belum lama ini merilis catatan terkait berbagai strategi TUGU tersebut dan memberikan pandangan positif. Dalam catatan singkatnya Ryan menyoroti upaya TUGU untuk mencapai pertumbuhan premi setidaknya 8% di tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, kinerja TUGU akan didorong oleh segmen asuransi properti yang diproyeksikan meningkat 11% serta segmen ritel yang ditargetkan tumbuh 20%.
“Untuk mencapai target ini, perusahaan berusaha memperluas basis nasabahnya dengan menambahkan ataupun mengoptimalkan bisnis dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tulis Ryan dalam rilisnya dikutip di Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Ekspansi ke beberapa target BUMN baru menjadi langkah strategis bagi TUGU dalam meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisi di industri asuransi umum. Dengan cakupan asuransi untuk aset-aset berwujud bernilai tinggi, perusahaan optimistis dapat mendorong kinerja keuangan yang lebih baik di tahun mendatang.
Selain strategi untuk menggenjot pertumbuhan dari segmen korporasi, Ryan juga menyoroti strategi ekspansi bisnis TUGU untuk segmen ritel.
“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya, TUGU berencana meluncurkan platform digital baru pada kuartal pertama tahun 2025. Kehadiran platform ini bertujuan untuk mengurangi beban komisi tinggi yang selama ini dibayarkan kepada distributor pihak ketiga, yang berkisar di atas 30%” ungkap Ryan.
Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat posisi di segmen asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, serta perumahan. Saat ini, TUGU menguasai 9,5% pangsa pasar asuransi kendaraan bermotor nasional.
Sementara itu, peluncuran platform digital pada awal 2025 diharapkan tidak hanya menekan biaya komisi tetapi juga meningkatkan aksesibilitas produk asuransi bagi konsumen. Digitalisasi ini merupakan bagian dari transformasi TUGU untuk menghadapi persaingan di era digital dan memenuhi kebutuhan nasabah dengan layanan yang lebih efisien.
Ryan memberikan rekomendasi beli saham TUGU dengan target harga di Rp 1.410 per saham yang merefleksikan adanya potensi upside sebesar 39% dari harga penutupan saat laporan tersebut ditulis.
Hal lain yang menarik adalah Ryan juga memperkirakan bahwa TUGU dapat memberikan dividen dengan imbal hasil (yield) sekitar 7% sebagai tambahan dari peluang upside ketika harga sahamnya kembali ke nilai wajar sesuai dengan fundamental perseroan. Kabar positif lain untuk TUGU di 2025 adalah perseroan berhasil mempertahankan rating global A- dari AM Best selama sembilan tahun berturut-turut.
Sebagai informasi, AM Best merupakan salah satu perusahaan pemeringkat kredit asal Amerika Serikat (AS) yang memang memiliki spesialisasi untuk industri asuransi. AM Best menyoroti beberapa faktor yang menjadi penopang utama kekuatan TUGU.
Salah satunya adalah neraca keuangan yang sangat kuat, didukung kapitalisasi berbasis risiko (risk-adjusted capitalisation) yang tetap berada di level terkuat. Dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi terutama mayoritas pada obligasi dan deposito, TUGU dinilai mampu menjaga stabilitas finansialnya.
Editor: Heru Febrianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






