Jumat, 15 Mei 2026

Dana Kelolaan Kustodian BSI (BRIS) Capai Rp 115 Triliun

Penulis : Euis Rita Hartati
20 Feb 2025 | 21:02 WIB
BAGIKAN
Direktur Treasury & International Banking BSI Ari Rizaldi
Direktur Treasury & International Banking BSI Ari Rizaldi

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten memperkuat bisnis kustodian guna mengoptimalkan potensi ekosistem syariah di pasar modal yang belum tergarap maksimal. Per Januari 2025, perseroan dipercaya mengelola asset under custody (AUC) mencapai lebih dari Rp115 triliun, tumbuh 28% secara tahunan (year on year/yoy).

Atas kinerja positif tersebut, BSI meraih penghargaan sebagai Best Islamic Custody Bank 2024 pada 18th Annual Deal & Solution yang diselenggarakan Alpha South East Asia di Malaysia pada tanggal 12 Februari lalu.

Direktur Treasury & International Banking BSI, Ari Rizaldi mengatakan pihaknya optimistis bahwa dana kelolaan kustodian nasabah (AUC) akan terus meningkat pada tahun ini, selaras upaya BSI memperkuat bisnis treasury dan mendorong layanan pasar modal (capital market) berbasis syariah bagi nasabah.

ADVERTISEMENT

“Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan. BSI adalah bank syariah pertama yang terdaftar sebagai bank kustodian. Optimisme tersebut didukung oleh pangsa pasar Islamic ecosystem yang potensinya masih cukup besar untuk dioptimalkan,” ujar Ari.

Ari lanjut menjelaskan, sebagai bank kustodian, BSI terus memperkuat layanan seperti pengadministrasian efek-efek syariah yang dimiliki nasabah. Selain itu, BSI memberikan layanan penyelesaian transaksi efek syariah dan pencatatan imbal hasilnya. Tahun ini BSI akan terus mengembangkan bisnis kustodian pada segmen ritel diantaranya reksadana ritel.

Produk unggulan dari BSI adalah layanan capital market berbasis syariah diantaranya safekeeping, fund services, wali amanat dan keagenan.

“Saat ini, segmen nasabah yang menjadi kelolaan BSI seperti manajer investasi, asuransi, dana pensiun, lembaga negara, securities crowd funding dan bank. Kami yakin ke depan masih banyak potensi yang akan terus digarap, terutama segmen Islamic ecosystem , ecosystem lembaga negara dan juga nasabah ritel,” pungkasnya.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia