Jumat, 15 Mei 2026

Bank Emas Ambil Potensi 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

Penulis : Nida Sahara
26 Feb 2025 | 14:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)
Ilustrasi emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hadirnya bank emas (bullion bank) merupakan sejarah luar biasa yang membuktikan Indonesia sebagai negara yang bisa melangkah maju dan mandiri.

Pasalnya, potensi sumber daya alam Indonesia sangat besar, termasuk logam mulia emas, di mana cadangan emas Indonesia berada di posisi keenam dunia yakni 2.600 ton emas. Namun, untuk cadangan emas batangan, Indonesia masih kalah dari Singapura, Singapura memiliki 228 ton emas.

"Kalau kita gabungkan yang ada di bank sentral ada 80 ton, lalu di Pegadaian kurang lebih 100 ton, yang sebagian ada tabungan, titipan dan lain-lain. Lalu, di BSI ada 17,5 ton, kurang lebih kita baru ada 201 ton," ucap Erick dalam peluncuran Bullion Bank di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

ADVERTISEMENT

Artinya, lanjut Erick, Indonesia masih tertinggal dan perlu digenjot lagi. Produksi emas Indonesia sudah naik dari 110 ton menjadi 160 ton per tahun. Menurut dia, ini bisa terus ditingkatkan cadangan emas, dalam lima tahun bisa saja Pegadaian bisa meningkat sampai 219 ton. Apabila dijumlahkan, sudah hampir 440 ton emas yang tercatat.

"Dan potensi lainnya di masyarakat ini juga beredar kurang lebih 1.800 ton emas, ada yang di bawah bantal, ada yang di toilet, di balik batu bata dimasukin ke dalam situ, ini realitas," papar Erick.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong kepercayaan masyarakat kepada sebuah sistem keuangan yang formal melalui bank emas. "Memang kita harus mulai meyakinkan, menggedor mereka, bahwa ini sistem keuangan yang aman buat mereka, 1.800 ton ini potensi yang luar biasa," jelas Erick.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia