Jumat, 15 Mei 2026

Gen Z Doyan Paylater

Penulis : Teguh Adi Prasetyo
17 Mar 2025 | 22:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pemanfaatan layanan pembayaran e-commerce di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Ilustrasi pemanfaatan layanan pembayaran e-commerce di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

JAKARTA, investor.id – Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan pinjaman daring (pindar) dan paylater untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Hasil survei terbaru dari Jakpat pada paruh kedua 2024 mengungkapkan bahwa dari 2.133 responden yang terdiri dari Gen Z (36%), Milenial (42%), dan Generasi X (22%), mayoritas Gen Z menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology atau fintech) untuk kebutuhan mendesak dan konsumtif.

Menurut survei tersebut, sebanyak 55% Gen Z pengguna layanan paylater memanfaatkannya untuk kebutuhan mendesak, diikuti oleh kebutuhan sehari-hari (32%) dan membayar tagihan (26%). Pola serupa juga terlihat dalam penggunaan pindar, di mana 62% Gen Z menggunakan pinjaman daring untuk kebutuhan mendesak, 42% untuk kebutuhan sehari-hari, dan 35% untuk membayar tagihan.

ADVERTISEMENT

Survei terpisah yang dilakukan oleh Inventure dalam riset Indonesia Market Outlook 2025 pada September 2024 juga mengungkapkan bahwa 34% Gen Z pernah mengakses pinjaman daring dalam enam bulan terakhir. Artinya, sekitar 1 dari 3 Gen Z telah memanfaatkan pindar, dengan alasan utama adalah untuk membeli barang konsumsi, seperti gadget premium.

Menanggapi fenomena ini, Presiden Direktur Akulaku Finance, Perry Barman Slangor menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan pengguna fintech, khususnya Gen Z. Menurutnya, pemahaman terhadap batas kemampuan finansial menjadi kunci dalam memanfaatkan layanan pinjaman daring maupun paylater secara bijak.

“Ya ini, kuncinya memang di literasi keuangan juga sih. Jadi kita memang melakukan itu juga,” ujar Perry saat ditemui di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, pada Senin (17/3/2025).

Perry menjelaskan bahwa Akulaku telah berupaya memastikan pengguna memahami batas kemampuan finansial mereka sebelum menggunakan layanan buy now, pay later (BNPL). Ia menekankan pentingnya menggunakan BNPL untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan, bukan sekadar untuk memenuhi gaya hidup.

“Kita memastikan bahwa mereka tahu ini batas-batasan kalau misalnya mau memang engage dengan produk BNPL ini ya. Dan tentunya kita harapkan BNPL ini lebih dipakai buat kebutuhan,” jelas dia.

Sebagai contoh, Perry menyebutkan bahwa pembelian gadget seperti ponsel bisa menjadi kebutuhan konsumtif maupun produktif, tergantung pada tujuan penggunaannya.

“Misalnya kayak HP, HP itu kan bisa dianggap sebagai konsumtif, bisa juga produktif. Kita kerja pakai HP, ini bapak ibu pakai HP kan, nah gitu-gitu. Jadi lebih diharapkan memang buat kebutuhan,” tuturnya.

Perry berharap literasi keuangan yang lebih baik dapat mendorong Gen Z untuk menggunakan layanan pinjaman daring secara lebih bertanggung jawab dan produktif, sehingga manfaat dari layanan fintech dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan beban finansial di masa depan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia