Jumat, 15 Mei 2026

BTN Siapkan 20.000 unit KPR Subsidi untuk Guru Indonesia

Penulis : Ichsan Ali
25 Mar 2025 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam seremoni Peluncuran Program Rumah untuk Guru Indonesia di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cikahuripan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). (B-Unieverse Photo/Ichsan Ali)
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam seremoni Peluncuran Program Rumah untuk Guru Indonesia di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cikahuripan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). (B-Unieverse Photo/Ichsan Ali)

KAB. BOGOR, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) meluncurkan Program Rumah untuk Guru Indonesia, sebuah kolaborasi lintas sektor untuk membantu para guru di seluruh Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Sebagai tahap awal implementasi, BTN menggelar akad kredit serentak untuk 300 debitur, baik secara onsite maupun online yang tersebar di 8 wilayah masing-masing yaitu Bogor (Perumahan Pesona Kahuripan 10 sebanyak 59 debitur), Banda Aceh, Medan, Pontianak, Makassar, Bangkalan, Kupang, serta Jayapura.

Dalam peluncuran Program Rumah untuk Guru Indonesia di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cikahuripan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025), turut hadir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu menerangkan Program Rumah untuk Guru Indonesia akan menyiapkan sebanyak 20.000 unit rumah subsidi hingga akhir 2025.

“Jadi ini berlaku serentak, yang mayoritas adalah pengajar baik itu di jenjang SD, SMP, maupun SMA dengan masa kerja di atas 2 tahun. Program ini dapat memberikan sampai akhir tahun nanti 20.000 unit rumah subsidi kepada guru-guru di seluruh Indonesia. Atau kurang lebih dalam jumlah rupiah, KPR-nya kurang lebih Rp 3,4 triliun,” terang Nixon.

Nixon memaparkan, sasaran Program Rumah untuk Guru Indonesia adalah guru berstatus aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), honorer, maupun swasta yang memenuhi kriteria penerima KPR subsidi.

“Kriteria pertama, pasti belum memiliki rumah, kemudian juga penghasilan tidak lebih dari Rp 7 juta untuk yang belum menikah atau Rp 8 juta untuk yang sudah menikah atau memiliki pasangan,” papar Nixon.

Adapun Nixon menjelaskan, sejak melakukan realisasi KPR pertama kalinya pada 1976, BTN telah merealisasikan lebih dari 5,6 juta unit rumah KPR di Indonesia.

“Kalau kita lihat kontribusi BTN dalam pembiayaan rumah mencapai 2,2 juta unit hanya dalam waktu 10 tahun terakhir. Pada tahun 2025, BTN mencatatkan pencapaian luar biasa di sektor perumahan. Hari ini aset kami sudah Rp 470 triliun, kemudian market share kami sudah 40% dan khusus perumahan subsidi ini sudah 82-85%,” jelas Nixon.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggelar “karpet merah” tidak hanya kepada investor namun juga wong cilik, dalam hal ini termasuk para guru yang merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain alokasi rumah subsidi untuk guru, pemerintah juga menyiapkan alokasi untuk MBR dari berbagai profesi lainnya.

“Dalam waktu dekat kita sudah mengalokasikan 20.000 unit untuk guru, lalu para pahlawan devisa kita, para tenaga kerja Indonesia (TKI), banyak perempuan tangguh di antara mereka, kami alokasikan 20.000 unit juga. Yang ketiga adalah untuk bidan sebanyak 10.000 unit, perawat 15.000 unit, tenaga kesehatan masyarakat 5.000 unit. Kami juga sudah alokasikan untuk petani, nelayan, dan buruh. Dengan bantuan BPS, program ini bisa lebih tepat sasaran dan rumah subsidi tidak dinikmati oleh orang-orang yang tidak berhak,” papar Maruarar.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah mengedepankan pembangunan kualitas sumber daya manusia yang kuncinya terletak pada kualitas guru. Dengan adanya Program Rumah untuk Guru Indonesia, pemerintah mendukung peningkatan kualitas hidup para guru sehingga mereka dapat bekerja dengan baik.

“Terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah mengalokasikan 20.000 unit untuk guru, karena jumlah guru yang masih belum memiliki rumah sebanyak 438.816 di seluruh Indonesia. Kami ingin agar para guru dapat bekerja lebih baik lagi, dengan peningkatan kesejahteraan dan kepemilikan rumah yang layak,” pungkas Mu'ti.

Diketahui, BTN mencatat total penyaluran rumah untuk tenaga pendidik yang telah mencapai 22.768 unit sejak tahun 2021. Selama tiga bulan pertama tahun ini, total yang telah disalurkan untuk tenaga pendidik yakni sebanyak 1.507 unit.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia