Kredit Berisiko Menanjak, Modal Bank Tergerus Lagi
JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa profil risiko perbankan masih relatif terjaga hingga Maret 2025. Meskipun kredit macet bergerak menurun, tetapi kredit berisiko melanjutkan tren peningkatan dan rasio permodalan kembali tergerus.
“(Pada Maret 2025) kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,17% dan NPL net sebesar 0,80%," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK, pada Kamis (23/4/2025),
Jika dibandingkan pada bulan lalu, baik rasio NPL secara gross maupun net pada membaik. NPL gross dan neto masing masih sebesar 2,22% dan 0,81% pada Februari 2025.
Baca Juga:
Dua Alasan Kinerja Kredit Jadi MelandaiMahendra juga mengungkapkan bahwa rasio kredit berisiko alias loan at risk (LaR) pada Maret 2024 berada stabil di posisi 9,86%. Namun demikian, posisi LaR itu menegaskan telah terjadi kenaikan sejak Januari 2025.
Di samping profil risiko yang masih terjaga, OJK juga mencatat bahwa perbankan nasional punya permodalan yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan ke depan. Tingkat permodalan yang tercermin dari capital adequacy ratio (CAR).
Berdasarkan catatan OJK, CAR pada Maret 2025 berada di level sebesar 25,43%. Rasio permodalan perbankan itu mulai tergerus sejak beberapa waktu terakhir, dibandingkan dengan posisi 27,01% pada Januari dan 26,98% per Februari.
Sementara itu, likuiditas perbankan pada Maret 2025 tetap memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 116,05% dan 26,22%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10% pada Maret 2025.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






