Jumat, 15 Mei 2026

Bank Aladin (BANK) Balikkan Rugi Jadi Laba

Penulis : Nida Sahara
28 Apr 2025 | 21:17 WIB
BAGIKAN
Bank Aladin Syariah (BANK)
Bank Aladin Syariah (BANK)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) pada tiga bulan pertama tahun ini mencatatkan kinerja yang positif, dengan berhasil mengubah rugi menjadi laba. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, BANK membukukan laba bersih Rp 33,47 miliar pada kuartal I-2025, menandai perbaikan drastis dari rugi bersih Rp 44,2 miliar pada kuartal I-2024. Lonjakan kinerja tersebut didorong oleh pendapatan yang melesat 79,71% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 193,89 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.

Peningkatan ini juga hasil dari strategi ekspansi dan optimalisasi layanan Bank Aladin dalam memperluas jangkauan keuangan syariah berbasis digital. Tak hanya pendapatan, komisi/fee dan administrasi pun melesat 275,4% (yoy) menjadi Rp 77,37 miliar pada kuartal I-2025. 

ADVERTISEMENT

Di sisi intermediasi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,69 triliun, melesat 51,21% (yoy) pada tiga bulan pertama tahun ini. Pencapaian tersebut membuat total asetnya mencapai Rp 10,12 triliun atau tumbuh 42,74% (yoy).

Pertumbuhan pembiayaan yang positif juga didukung dari sisi pendanaannya. Bank Aladin berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 5,91 triliun, atau meningkat 81,46% (yoy) pada tiga bulan pertama tahun ini. Sehingga, kondisi likuiditas masih terjaga sehat dengan financing to deposit ratio (FDR) berada di level 79,42%

Perbaikan kinerja Bank Aladin tidak hanya tercermin dari fungsi intermediasi, tapi juga efisiensi operasional. Rasio net imbalan  membaik menjadi 4,61% dibandingkan periode tahun sebelumnya 3,13%. Sementara, net operating margin (NOM) berhasil berbalik positif ke level 1,44%, dibandingkan -4,77% pada kuartal I-2024.

Bank Aladin juga mencatatkan efisiensi, terlihat dari beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang membaik dari 132,13% pada Maret 2024 turun tajam menjadi 88,28% pada Maret 2025. Kemudian, cost to income ratio (CIR) juga menurun ke level 80,01% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 164,99%. 

Melalui peningkatan kinerja ini, Bank Aladin membuktikan kemampuannya dalam mengelola pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Dengan fokus pada efisiensi, inovasi digital, dan perluasan ekosistem syariah, Bank Aladin optimistis mampu melanjutkan tren positif di sepanjang 2025 dan memperkuat posisinya sebagai pelopor bank syariah digital di Indonesia.

Penggerak Pertumbuhan

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Aladin Koko Tjatur Rachmadi mengungkapkan, keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah inisiatif strategis yang dijalankan sepanjang tahun, antara lain optimalisasi ekosistem Alfamart. Di mana Bank Aladin memperluas jaringan layanan keuangan berbasis komunitas melalui lebih dari 20.000 gerai di seluruh Indonesia, mendorong inklusi dan penetrasi nasabah baru secara efisien.

Berikutnya, peluncuran dan penyempurnaan fitur-fitur digital seperti Ala Deposito, Ala Impian, Ala Berbagi, Banking as a Service dan integrasi layanan syariah end-to-end yang memudahkan transaksi, menabung, hingga sedekah secara rutin dan otomatis.

Kemudian, kemitraan strategis dengan berbagai institusi keuangan, fintech, dan B2B partners untuk memperluas distribusi produk, serta mempercepat pertumbuhan akuisisi pengguna dan dana pihak ketiga.

Serta efisiensi operasional berbasis teknologi, termasuk peningkatan proses credit scoring, manajemen risiko, dan automasi proses layanan nasabah, yang berkontribusi pada
penurunan biaya operasional dan kualitas aset yang lebih terjaga.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen kami dalam membangun bank syariah digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus menjaga kualitas pembiayaan, memperluas jangkauan layanan, dan bermitra lebih luas. Tujuan kami sederhana, menjadikan layanan keuangan syariah mudah diakses dan berdampak nyata bagi jutaan orang,” ungkap Koko.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia