Produksi Premi Asuransi Turun Tipis pada Kuartal I-2025, Setelah Tumbuh Tinggi
JAKARTA, investor.id – Produksi premi asuransi komersial dari industri asuransi jiwa, industri asuransi umum, dan industri reasuransi bergerak stagnan dengan kecenderungan turun. Pendapatan premi turun tipis 0,06% year on year (yoy) pada kuartal I-2025, setelah pada kuartal sama tahun sebelumnya tumbuh 11,08% yoy.
“Adapun kinerja asuransi komersial berupa pendapatan premi pada periode Januari-Maret 2025 sebesar Rp 87,71 triliun atau turun 0,06% yoy,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers RDKB OJK Bulan April 2025 secara daring pada Jumat (9/5/2025).
Ogi merinci, produksi premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 3,08% yoy dengan nilai sebesar Rp 47,19 triliun pada kuartal I-2025. Pendapatan premi asuransi jiwa menopang, tetapi relatif melambat dibandingkan dengan kuartal I-2024 yang sebesar 2,09% yoy.
Sementara produksi premi asuransi umum dan reasuransi turun 3,50% yoy menjadi Rp 40,52 triliun pada kuartal I-2025. Ini adalah penurunan dalam jika dibandingkan dengan kinerja kuartal I-2024 yang berhasil tumbuh 24,75% yoy.
Di sisi lain, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Industri asuransi jiwa mencatat rasio solvabilitas (risk-based capital/RBC) sebesar 467,73% pada kuartal I-2025, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 448,76%.
Sedangkan RBC di sektor asuransi umum dan reasuransi pada kuartal I-2025 tercatat sebesar 316,96%. Ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi kuartal I-2024 yang tercatat sebesar 335,97%.
Namun demikian, OJK menyatakan bahwa rasio permodalan asuransi komersial, yang terdiri dari asuransi jiwa, asuransi umum, maupun reasuransi masih dalam rentang yang memadai. RBC asuransi masih di atas threshold sebesar 120%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






