Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Premi Asuransi Turun Tipis pada Kuartal I-2025, Setelah Tumbuh Tinggi

Penulis : Prisma Ardianto
9 Mei 2025 | 20:35 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi asuransi kendaraan. (Foto: istimewa)
Ilustrasi asuransi kendaraan. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Produksi premi asuransi komersial dari industri asuransi jiwa, industri asuransi umum, dan industri reasuransi bergerak stagnan dengan kecenderungan turun. Pendapatan premi turun tipis 0,06% year on year (yoy) pada kuartal I-2025, setelah pada kuartal sama tahun sebelumnya tumbuh 11,08% yoy.

“Adapun kinerja asuransi komersial berupa pendapatan premi pada periode Januari-Maret 2025 sebesar Rp 87,71 triliun atau turun 0,06% yoy,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers RDKB OJK Bulan April 2025 secara daring pada Jumat (9/5/2025).

Ogi merinci, produksi premi asuransi jiwa yang tumbuh sebesar 3,08% yoy dengan nilai sebesar Rp 47,19 triliun pada kuartal I-2025. Pendapatan premi asuransi jiwa menopang, tetapi relatif melambat dibandingkan dengan kuartal I-2024 yang sebesar 2,09% yoy.

ADVERTISEMENT

Sementara produksi premi asuransi umum dan reasuransi turun 3,50% yoy menjadi Rp 40,52 triliun pada kuartal I-2025. Ini adalah penurunan dalam jika dibandingkan dengan kinerja kuartal I-2024 yang berhasil tumbuh 24,75% yoy.

Di sisi lain, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Industri asuransi jiwa mencatat rasio solvabilitas (risk-based capital/RBC) sebesar 467,73% pada kuartal I-2025, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 448,76%.

Sedangkan RBC di sektor asuransi umum dan reasuransi pada kuartal I-2025 tercatat sebesar 316,96%. Ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi kuartal I-2024 yang tercatat sebesar 335,97%.

Namun demikian, OJK menyatakan bahwa rasio permodalan asuransi komersial, yang terdiri dari asuransi jiwa, asuransi umum, maupun reasuransi masih dalam rentang yang memadai. RBC asuransi masih di atas threshold sebesar 120%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia