Jumat, 15 Mei 2026

Pembiayaan Multifinance Melambat Lagi pada Maret 2025, Sudah Bulan Kesembilan

Penulis : Prisma Ardianto
9 Mei 2025 | 21:42 WIB
BAGIKAN
Pedagang memasang kertas informasi mobil yang dipasarkan di bursa penjualan mobil Blok M Square, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Pedagang memasang kertas informasi mobil yang dipasarkan di bursa penjualan mobil Blok M Square, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, invesor.id – Nilai piutang pembiayaan multifinance tumbuh 4,60% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 510,97 triliun pada Maret 2025. Namun demikian, pertumbuhan itu menegaskan pelambatan selama sembilan bulan berturut-turut.

“Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh 4,6% yoy pada Maret 2025,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers, pada Jumat (9/5/2025).

Kendati masih tumbuh 4,60% yoy, kinerja piutang pembiayaan multifinance sejatinya menegaskan adanya tren perlambatan. Perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan yang dimaksud telah terjadi selama sembilan bulan berturut-turut sejak Juli 2024.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) multifinance kembali mengalami perbaikan pada Maret 2025, melanjutkan perbaikan pada bulan sebelumnya. NPF net dan gross masing-masing menjadi sebesar 0,80% dan 2,71%.

Sedangkan gearing ratio dari multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,26 kali. Posisi tersebut juga masih jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.

Ditilik lebih lanjut, gearing ratio tren peningkatan pada Maret 2025, setelah sempat turun pada bulan sebelumnya. Ini juga bisa jadi penanda bahwa multifinance mulai konsolidasi terkait aspek pendanaan.

OJK sendiri memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan dari multifinance sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 8-10% yoy. Secara nominal, piutang pembiayaan diperkirakan dapat ditutup mencapai Rp 543,70 triliun sampai dengan 553,77 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia