Kamis, 14 Mei 2026

Gap Literasi dan Inklusi Jadi Tantangan Penetrasi Asuransi Syariah

Penulis : Heru Febrianto
22 Mei 2025 | 22:34 WIB
BAGIKAN
Chief Strategy Officer Prudential Syariah, Mayang Ekaputri saat menghadiri kegiatan The ASEAN Fintech Forum di Jakarta pada Selasa (20/6). (Foto Ist)
Chief Strategy Officer Prudential Syariah, Mayang Ekaputri saat menghadiri kegiatan The ASEAN Fintech Forum di Jakarta pada Selasa (20/6). (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id - Negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei memiliki populasi Muslim yang besar, sehingga membuka peluang strategis untuk memperluas inklusi keuangan melalui solusi asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Di antara negara-negara tersebut, Indonesia menempati posisi yang paling unggul, di mana populasi Indonesia sebanyak 83% adalah muslim, dan memainkan peran penting sebagai penggerak utama industri keuangan syariah di kawasan ASEAN.

Memanfaatkan posisi ini, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah, termasuk di sektor asuransi jiwa syariah. Sayangnya, saat ini masih terdapat gap antara literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, pada tahun 2025, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia telah mencapai 43,42%, sementara inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%. Sementara itu, tingkat literasi asuransi nasional mencapai 45,45% dan tingkat inklusi asuransi 28,50%.

Adanya gap di antara literasi dan inklusi keuangan syariah maupun asuransi ini masih menyisakan pekerjaan rumah besar untuk akses layanan finansial berbasis syariah, termasuk asuransi. Ditambah, jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi masih sedikit apabila dibandingkan dengan berbagai negara lain.

Menurut data dari OJK, per September 2024, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia mencapai 2,8%. Angka ini masih relatif lebih kecil dibandingkan beberapa negara lainnya pada 2023, seperti Malaysia (4,8%), Jepang (7,1%), dan Singapura (11,4%).

Di sinilah Prudential Syariah memainkan peran sentral, menjadikan prinsip ta’awun (tolong- menolong) dan keadilan sebagai fondasi dalam merancang solusi perlindungan yang inklusif untuk semua. Dalam kegiatan The ASEAN Fintech Forum di Jakarta pada Selasa (20/6), Mayang Ekaputri, Chief Strategy Officer Prudential Syariah, menegaskan komitmen perusahaan dalam berkontribusi dan mendorong inklusi keuangan dan penetrasi asuransi syariah di Indonesia.

Menurut Mayang, Prudential Syariah telah menjadi entitas terpisah asuransi jiwa syariah sejak tiga tahun lalu dan turut memberikan kontribusi ekonomi untuk Indonesia maupun di ASEAN.

“Kami memiliki misi kuat untuk menjadi mitra yang amanah untuk memperluas akses terhadap layanan proteksi berbasis syariah, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif, salah satunya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan pelaku UMKM di Indonesia. Hal ini juga didukung dengan tata kelola yang kuat dan berbasis prinsip Islam, demi mewujudkan hidup yang semakin berkah,” jelas Mayang dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Salah satu strategi Prudential Syariah dalam memperluas jangkauannya adalah dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan yang terjangkau, mudah diakses, dengan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Contohnya PRUSehat Syariah, produk asuransi kesehatan dengan kontribusi terjangkau mulai dari Rp 237.000 per bulan yang ditujukan untuk anak muda (baik yang masih lajang maupun sudah berkeluarga), mencakup perlindungan dan pelayanan yang #BeneranPas.

Ada pula PRUCritical Amanah, yang memberikan manfaat perlindungan komprehensif untuk risiko penyakit kritis, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir, atau jika terjadinya risiko meninggal dunia, karena Prudential Syariah memahami bahwa penyakit kritis tidak hanya berdampak pada individu yang didiagnosis tetapi juga pada keluarga mereka dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Produk-produk ini dirancang tidak hanya dengan prinsip keberlanjutan bisnis, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk memperluas jangkauan asuransi jiwa syariah di masyarakat. Dengan pendekatan customer-centric, Prudential Syariah memastikan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Kepercayaan publik terhadap industri keuangan syariah sangat bertumpu pada prinsip tata kelola yang kuat dan pengawasan syariah yang ketat. Prudential Syariah memegang teguh prinsip ini, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas melalui pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta keterbukaan informasi kepada publik, mulai dari kinerja bisnis hingga data klaim dan manfaat.

Mayang menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2024, perusahaan telah membayarkan klaim sebesar Rp 2,3 triliun kepada para Peserta. Angka ini, menurutnya, menjadi bukti nyata dari komitmen Prudential Syariah dalam menjalankan amanah dengan mengelola perlindungan secara adil dan transparan. “Kami menjaga kepercayaan bukan hanya lewat janji, tetapi lewat bukti nyata dalam perlindungan kepada Peserta,” tegas Mayang.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia