Jumat, 15 Mei 2026

Premi Asuransi Umum Mulai Terangkat

Penulis : Prisma Ardianto
3 Jun 2025 | 21:43 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan deretan sejumlah logo perusahaan asuransi umum dan reasuansi di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Karyawan melintas di depan deretan sejumlah logo perusahaan asuransi umum dan reasuansi di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, investor.id – Akumulasi pendapatan premi dari asuransi umum dan reasuransi di Indonesia mulai berbalik ke arah pertumbuhan positif. Hingga April 2025, akumulasi pendapatan premi tumbuh 5,79% year on year (yoy) menjadi Rp 55,84 triliun.

“Premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 5,79% yoy dengan nilai sebesar Rp 55,84 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers RDKB OJK Bulan Mei 2025, dikutip Rabu (3/6/2025).

Ini jadi pembalikan ke arah positif sejak premi secara berturut-turut menurun pada periode bulan Januari-Maret 2025, masing-masing sebesar -17,40% yoy, -7,17% yoy, dan -3,50% yoy.

ADVERTISEMENT

Terakhir kali bertumbuh, premi asuransi umum dan reasuransi terjadi pada Desember 2024 yang sebesar 3,50% yoy menjadi sebesar Rp 148,50 triliun. Dua tahun sebelumnya yakni pada 2022 dan 2023, bahkan pertumbuhan premi tercatat dalam level tinggi yaitu masing-masing sebesar 14,84% yoy dan 16,22% yoy.

Selain itu, OJK menyatakan bahwa permodalan industri asuransi umum dan reasuransi masih dalam level yang memadai. Tercermin dari risk-based capital (RBC) yang sebesar 315,98% atau di atas threshold sebesar 120%.

Selanjutnya bersama kontribusi premi industri asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi mendorong perolehan premi industri asuransi komersial mencapai Rp 116,4 triliun. Angka ini meningkat 3,22% yoy pada April 2025.

Sementara total aset industri komersial mencapai Rp 940,48 triliun atau meningkat 4,13% yoy. Mengalir ke total aset industri asuransi secara keseluruhan hingga April 2025 yaitu mencapai Rp 1.162,78 triliun atau naik 3,66% yoy.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia