Jumat, 15 Mei 2026

Dana 100 Pensiunan ASN Raib, Tertipu Modus Daftar Aplikasi Taspen

Penulis : Stefani Wijaya
5 Jun 2025 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya dalam konferensi pers modus penipuan yang dialami nasabah PT Taspen di Jakarta, Kamis (5/6/2025). (B-Universe Photo/Stefani Wijaya)
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya dalam konferensi pers modus penipuan yang dialami nasabah PT Taspen di Jakarta, Kamis (5/6/2025). (B-Universe Photo/Stefani Wijaya)

JAKARTA, investor.id – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan online dan akses ilegal data nasabah dari PT Taspen. Sebanyak 100 pensiunan aparatur sipil negara (ASN) telah tertipu melalui modus ini.

Kasubbid Penmas, AKBP Reonald Simanjuntak menerangkan, dalam modusnya, mulanya korban yang juga pelapor, laki-laki dengan inisial RY dihubungi oleh pelaku melalui WhatsApp. Pelaku mengaku dari pihak Taspen. Kemudian, pelaku menginformasikan bahwa ada pembaruan data yang mengharuskan korban wajib mengisi data rekening di sebuah link yang dikirim oleh pelaku.

“Jadi pelaku mengirimkan aplikasi (APK) kepada korban karena percaya, korban mengikuti semua arahan pelaku untuk mengisi data sesuai formulir, fingerprint, foto, video selfie, serta diminta untuk mentransfer uang materai sebesar Rp 10.000,” kata Reonald dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (5/6/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura memverifikasi data yang ada sudah diperbaharui agar pencairan tunjangan pensiun tidak bermasalah dikemudian hari. Dengan alasan itu, korban pun mengikuti instruksi pelaku untuk memberikan data diri. Verifikasi data dilampirkan berupa PDF yang isinya identitas korban dan dilampirkan link. Di tahap ini, pelaku telah mengantongi data nasabah.

Pelaku lalu memberikan aplikasi Taspen palsu dan menghubungi korban dengan cara video call. Korban pun men-download aplikasi palsu dan melakukan registrasi, sebagaimana dilakukan untuk mendaftar di aplikasi lainnya. Modus video call diterapkan seakan-akan diperlukan untuk melakukan verifikasi. Padahal, video call ini adalah palsu.

Modus video call sebenarnya dilancarkan oleh pelaku ke korban utamanya untuk bisa mendaftarkan data korban ke aplikasi resmi dari Taspen. Dengan demikian, data user name, password, hingga fingerprint dari korban telah dikantongi pelaku, maka pelaku pun dapat mengakses layanan dalam aplikasi resmi milik Taspen melalui data nasabah terkait.

Dari modus semacam ini, pelaku berhasil mengambil alih semua fitur perbankan milik korban, untuk selanjutnya mentransfer seluruh dana korban ke rekening pelaku.

Kasubdit Siber IV Kompol Herman Eco Tampubolon menyebut, sekitar 100 korban merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN). Mereka telah lanjut usia (lansia).

“Korban-korban mayoritas PNS yang umurnya di atas 60 tahun sehingga sangat mudah bagi pelaku manipulasi korban untuk bisa mengakses informasi yang ada di dalam handphone para korban,” kata Herman.

Adapun saat ini telah ditetapkan tiga tersangka yaitu EC (28) laki-laki yang merupakan mahasiswa, IP (35) yang merupakan ibu rumah tangga (IRT), dan AM (29) laki-laki yang saat ini masih DPO.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia