Jumat, 15 Mei 2026

Riset CORE Terbaru Ungkap Peran Pindar dalam Akses Pembiayaan Digital

Penulis : Indah Handayani
14 Jun 2025 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Warga mengamati salah satu aplikasi fintech p2p lending melalui gawainya di Kota Serang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

JAKARTA, investor.id - Riset terbaru dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengungkapkan, layanan pinjaman daring (Pindar) telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk beragam kebutuhan, baik produktif maupun konsumtif yang bersifat mendesak dan relevan.

Dalam studi yang melibatkan ribuan responden di seluruh Indonesia, sebanyak 67% pengguna Pindar menyatakan menggunakan dana untuk keperluan usaha, sementara 32% lainnya mengakses pendanaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga. Penggunaan untuk kebutuhan tersier tercatat jauh lebih kecil.

Sebagai catatan, riset CORE ini melibatkan 1.429 responden borrower dan 675 non-borrower yang tersebar di 34 provinsi, dengan rentang usia 18–65 tahun serta memiliki akses internet dan smartphone.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, riset ini menyoroti bahwa hanya 25% peminjam merasa khawatir tidak bisa membayar cicilan, dengan kekhawatiran tertinggi berasal dari kelompok berpendapatan di bawah Rp3 juta per bulan. Data ini mengindikasikan pentingnya literasi dan perencanaan keuangan sebagai penentu keberhasilan pemanfaatan layanan Pindar.

Dampak layanan juga terlihat pada aspek sosial ekonomi: dari peningkatan kapasitas produksi dan diversifikasi usaha, hingga dukungan dalam pembiayaan pendidikan dan akses kesehatan. Temuan ini memperkuat peran layanan Pindar sebagai solusi pembiayaan inklusif yang mampu berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Temuan ini menunjukkan bahwa layanan Pindar menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya untuk memperluas peluang usaha, tetapi juga sebagai instrumen penyangga di saat tekanan ekonomi atau keterbatasan akses keuangan terjadi.

“Pindar terbukti berdampak positif terhadap kondisi ekonomi rumah tangga, terutama bagi mereka yang menggunakannya dengan tujuan jelas dan perencanaan yang baik,” ujar Founder CORE Indonesia Hendri Saparini dalam keterangan pers, Jumat (13/6/2025).

Hendri menambahkan, 51% peminjam melaporkan adanya peningkatan pendapatan dan kemampuan mencukupi kebutuhan harian setelah mengakses layanan Pindar.

Perlindungan Konsumen

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menekankan, pentingnya memastikan agar layanan Pindar terus dikembangkan dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen yang kuat.

“Kita perlu membangun industri pembiayaan digital yang bertanggung jawab. Di satu sisi, layanan Pindar memberikan alternatif pembiayaan yang inklusif; namun di sisi lain, literasi keuangan, mitigasi risiko gagal bayar, dan penanganan pinjol ilegal tetap menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkap Agusman.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S Djafar menyampaikan bahwa asosiasi berkomitmen mendukung praktik pembiayaan yang bertanggung jawab (responsible lending) melalui penerapan standar industri, inovasi credit scoring, dan edukasi keuangan yang masif.

Menurutnya, industri Pindar memiliki mandat untuk menjembatani kebutuhan masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan formal, baik yang ingin mengembangkan usaha maupun yang membutuhkan pembiayaan multiguna yang rasional dan mendesak.

“Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memastikan bahwa akses pinjaman diberikan secara transparan, beretika, dan sesuai dengan kapasitas bayar,” ujar Entjik.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia