Kamis, 14 Mei 2026

HUT RI, Momentum BTN Permudah Pembelian Rumah

Penulis : Harso Kurniawan
3 Aug 2025 | 00:10 WIB
BAGIKAN
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar. (ist)
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar. (ist)

JAKARTA, Investor.id — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 dengan meluncurkan “Program Merdeka”, sebuah paket lengkap kredit perumahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki dan merenovasi hunian.

Program ini menjadi bentuk dukungan nyata BTN terhadap program prioritas nasional dari pemerintah, yaitu Tiga Juta Rumah. Tujuannya tak lain untuk memperluas akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menegaskan, BTN ingin menjadikan momen kemerdekaan untuk benar-benar memberi arti merdeka bagi masyarakat. Bukan hanya merdeka dari penjajahan, tapi juga merdeka dari beban biaya dan bunga tinggi saat ingin memiliki atau memperbaiki tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

“Hadirnya program ini diharapkan mampu mempercepat masyarakat untuk memiliki hunian impian baik dengan membeli maupun merenovasi," ujar Hirwandi di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Program Merdeka racikan BTN ini dapat diakses mulai 1 hingga 31 Agustus 2025. BTN menawarkan tiga layanan yakni kredit pemilikan rumah (KPR) Merdeka, kredit agunan rumah (KAR) Merdeka, dan KPR take over Merdeka.

Melalui KPR Merdeka, masyarakat bisa menikmati bunga super rendah mulai dari 2,65% fixed selama tiga tahun, lengkap dengan diskon biaya provisi dan administrasi hingga 80%. Dalam KAR Merdeka,  , BTN membebaskan biaya provisi dan administrasi.

Adapun KPR take over Merdeka, kata dia, adalah solusi bagi masyarakat ingin memindahkan cicilan ke BTN untuk menikmati bunga yang jauh lebih ringan, dengan suku bunga mulai dari 3,5% fixed tiga tahun atau 4,5% fixed lima tahun, bebas biaya provisi dan administrasi, serta cashback biaya appraisal, program ini menjadi daya tarik besar bagi mereka yang ingin mengatur ulang cicilan secara lebih sehat.

Hirwandi melanjutkan, BTN percaya, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan pondasi masa depan yang layak diperjuangkan, tempat pembentukan karakter dan kecerdasan insan Indonesia. Menurutnya, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga aset yang nilainya terus meningkat dan menjadi investasi untuk masa depan.

"Dengan Program Merdeka, BTN berupaya hadir sebagai solusi konkret dan nyata di tengah kebutuhan masyarakat karena memiliki rumah bukan lagi mimpi yang jauh, tapi langkah nyata yang bisa dimulai hari ini juga," tutur Hirwandi.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 14 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 31 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia