Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat: Payment ID Belum Siap Diterapkan di Indonesia

Penulis : Akmalal Hamdhi
13 Aug 2025 | 22:03 WIB
BAGIKAN
Foto ilustraso. Pedagang menyediakan alat pembayaran layanan Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Jakarta. (ANTARA/Muhammad Adimaja)
Foto ilustraso. Pedagang menyediakan alat pembayaran layanan Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Jakarta. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi berpendapat bahwa sistem pembayaran Payment ID belum siap diterapkan secara luas di Indonesia. Heru menyoroti dua tantangan utama yaitu literasi keuangan masyarakat yang masih minim dan rapuhnya keamanan siber di Tanah Air.

“Indonesia saat ini belum siap karena betapapun belum semua masyarakat tercerdaskan bagaimana layanan keuangan digital saat ini, dengan bukti masyarakat jadi korban scamming, phising dengan nilai besar,” ungkap Heru dalam program Investor Daily Talk, Rabu (13/8/2025).

Selain itu, Heru menyatakan bahwa keamanan siber Indonesia belum cukup kuat. Ia mencontohkan kasus peretasan Pusat Data Nasional tahun lalu yang sempat menghebohkan publik. Mengingat Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia untuk tingkat kejahatan siber, maka menjadi penting isu kehati-hatian terutama bagi lembaga keuangan yang sering menjadi target serangan.

“Belajar dari beberapa kasus misalnya pusat data nasional, lalu penyadapan yang mungkin suatu saat disalahgunakan dan potensi pelanggaran privasi. Kita khawatirkan juga baru kemarin masyarakat kehilangan kepercayaan yang banyak tarik dana di bank. Jangan sampai ini terjadi lagi,” tutur Heru.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, jika data Payment ID bocor, hal itu dapat membuka celah akses ke berbagai platform pembayaran nasabah. Risiko ini diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan kata sandi serupa untuk berbagai akun, mulai dari bank hingga dompet digital.

Meski demikian, Heru tidak menampik bahwa penerapan Payment ID untuk rekening bantuan sosial (bansos) bisa menjadi langkah yang baik untuk mencegah penyaluran salah sasaran. Namun, ia menegaskan sistem ini belum siap jika tujuannya adalah untuk mengawasi semua transaksi keuangan masyarakat.

Untuk memitigasi risiko keamanan, Heru menyarankan agar Payment ID yang berbasis NIK ini wajib dilengkapi dengan Two-Factor Authentication, enkripsi data, dan notifikasi real-time. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya audit rutin oleh Bank Sentral untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Di samping itu, ia turut mengingatkan agar Bank Indonesia menjunjung tinggi perlindungan privasi nasabah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Bank Indonesia (BI) dikabarkan bakal meluncurkan Payment ID bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025. Namun, BI mengungkapkan bahwa peluncuran tersebut masih sebatas uji coba untuk sistem pembayaran terintegrasi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia