Pengamat: Payment ID Belum Siap Diterapkan di Indonesia
JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi berpendapat bahwa sistem pembayaran Payment ID belum siap diterapkan secara luas di Indonesia. Heru menyoroti dua tantangan utama yaitu literasi keuangan masyarakat yang masih minim dan rapuhnya keamanan siber di Tanah Air.
“Indonesia saat ini belum siap karena betapapun belum semua masyarakat tercerdaskan bagaimana layanan keuangan digital saat ini, dengan bukti masyarakat jadi korban scamming, phising dengan nilai besar,” ungkap Heru dalam program Investor Daily Talk, Rabu (13/8/2025).
Selain itu, Heru menyatakan bahwa keamanan siber Indonesia belum cukup kuat. Ia mencontohkan kasus peretasan Pusat Data Nasional tahun lalu yang sempat menghebohkan publik. Mengingat Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia untuk tingkat kejahatan siber, maka menjadi penting isu kehati-hatian terutama bagi lembaga keuangan yang sering menjadi target serangan.
“Belajar dari beberapa kasus misalnya pusat data nasional, lalu penyadapan yang mungkin suatu saat disalahgunakan dan potensi pelanggaran privasi. Kita khawatirkan juga baru kemarin masyarakat kehilangan kepercayaan yang banyak tarik dana di bank. Jangan sampai ini terjadi lagi,” tutur Heru.
Dia menjelaskan, jika data Payment ID bocor, hal itu dapat membuka celah akses ke berbagai platform pembayaran nasabah. Risiko ini diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan kata sandi serupa untuk berbagai akun, mulai dari bank hingga dompet digital.
Baca Juga:
Payment ID Butuh Detail TeknisMeski demikian, Heru tidak menampik bahwa penerapan Payment ID untuk rekening bantuan sosial (bansos) bisa menjadi langkah yang baik untuk mencegah penyaluran salah sasaran. Namun, ia menegaskan sistem ini belum siap jika tujuannya adalah untuk mengawasi semua transaksi keuangan masyarakat.
Untuk memitigasi risiko keamanan, Heru menyarankan agar Payment ID yang berbasis NIK ini wajib dilengkapi dengan Two-Factor Authentication, enkripsi data, dan notifikasi real-time. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya audit rutin oleh Bank Sentral untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Di samping itu, ia turut mengingatkan agar Bank Indonesia menjunjung tinggi perlindungan privasi nasabah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Bank Indonesia (BI) dikabarkan bakal meluncurkan Payment ID bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025. Namun, BI mengungkapkan bahwa peluncuran tersebut masih sebatas uji coba untuk sistem pembayaran terintegrasi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






