Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Gandeng OJK Pantau Efektivitas Penempatan Dana Rp 200 Triliun di 5 Bank

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Sep 2025 | 16:47 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (16/9/2025). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (16/9/2025). (B-Universe Photo/Addin Anugrah Siwi)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan akan memperkuat fungsi intermediasi bank. Fungsi ini merujuk pada peran bank sebagai perantara yang menyalurkan dana dari masyarakat ke pihak yang membutuhkan pembiayaan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat usai melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Selasa (16/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Mahendra menyatakan pihaknya akan memantau ketat penyaluran dana tersebut. Tujuannya untuk memastikan perbankan segera menyalurkan dana ke masyarakat dan tidak mengendapkannya.

“Jadi yang kami ingin lihat adalah apakah fungsi intermediasi dari perbankan yang diharapkan bisa berjalan dengan baik. Dalam langkah itu kami akan memantau bagaimana tindak lanjut dari bank-bank tadi itu,” ujar Mahendra di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

ADVERTISEMENT

Meski melakukan pengawasan, OJK memastikan tidak akan melakukan intervensi terkait sektor yang akan menerima kredit. Seluruh proses penyaluran akan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian (prudent) yang berlaku.

Purbaya Gandeng OJK Pantau Efektivitas Penempatan Dana Rp 200 Triliun di 5 Bank
Perkembangan suku bunga perbankan. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Tentu masing-masing bank memiliki kemampuan untuk melakukan analisis risikonya dan tentu semua pelaksanaannya tetap dalam kaidah prudensial yang berlaku. Saya rasa tidak ada yang dikecualikan ataupun dikorbankan di sana,” tegas Mahendra.

Pemerintah mulai menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan pada Jumat (12/9/2025). Dana tersebut disalurkan ke lima bank yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri masing-masing Rp 55 triliun, BTN sebesar Rp 25 triliun, dan BSI sebesar Rp 10 triliun.

Senada dengan OJK, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penempatan dana ini akan memicu kompetisi di antara bank-bank. Kompetisi ini diharapkan dapat menekan suku bunga, baik untuk kredit maupun simpanan.

“Itu akan menimbulkan kompetensi di antara bank-bank sehingga akan menekan suku bunga pinjaman,” ucap Purbaya.

Purbaya Gandeng OJK Pantau Efektivitas Penempatan Dana Rp 200 Triliun di 5 Bank
Penempatan Dana Rp 200 triliun di Bank Himbara. (Ilustrasi: Investor Daily)

Selanjutnya, kata dia, penurunan suku bunga akan memberikan dua dampak positif. Pertama, pelaku usaha akan lebih berani mengajukan kredit untuk ekspansi bisnis. Kedua, masyarakat yang selama ini gemar menabung akan beralih menggunakan uangnya untuk berbelanja. Kedua hal ini akan mendorong perputaran uang dan menggerakkan roda perekonomian.

“Akibatnya tadi kalau bunga turun masyarakat yang tadinya suka menyimpan uang di bank mulai belanja. Perusahaan-perusahaan pun yang tadinya ragu untuk menyimpan di bank ketika suku bunga nanti turun atau uangnya ada lebih banyak di sana dan gampang pinjam bunga yang mungkin bunga juga turunnya sedikit,” kata Purbaya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia