Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya: Kami Tahu Kelemahan Rupiah dan Bisa Diperbaiki

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Mei 2026 | 17:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dijumpai di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Muhammad Aulia Rahman)
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dijumpai di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (B-Universe Photo/Muhammad Aulia Rahman)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menghadapi tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Pemerintah, kata dia, memahami sumber tekanan terhadap rupiah dan menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan karena ditopang fundamental ekonomi yang kuat.

“Tidak perlu panik, karena fondasi ekonomi bagus, kami tahu betul kelemahan di mana dan bisa kami perbaiki,” ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).

Pada perdagangan Rabu, rupiah ditutup menguat 53 poin terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp 17.475 per dolar AS, setelah sebelumnya menembus Rp 17.528 per dolar AS. Rupiah bergerak fluktuatif, di mana sempat anjlok 13 poin pada pembukaan dan berbalik menguat sampai 75 poin sepanjang perdagangan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, posisi rupiah masih berada di bawah asumsi nilai tukar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Menurut Menkeu Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis moneter 1998. Oleh karena itu, pemerintah optimistis tekanan terhadap rupiah tidak akan berkembang menjadi krisis besar.

“Kita enggak akan sejelek seperti 1998 lagi, gak akan jelek malah. Kami akan cari langkah yang tepat, dengan fondasi ekonomi kuat, gak akan terlalu susah sepertinya,” terang Purbaya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah stabilisasi pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Salah satunya melalui skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) untuk obligasi pemerintah tenor 10 tahun.

Purbaya: Kami Tahu Kelemahan Rupiah dan Bisa Diperbaiki
Pergerakan nilai tukar rupiah hingga 12 Mei 2026. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Kita gak masuk ke pasar bond langsung, tapi kita hanya jaga stabilitas bond market. Asing juga masuk ke sini kayaknya, dan sudah mulai stabil lagi. Kita lihat ke depan seperti apa, tetapi yang jelas kami monitor kondisi di pasar bond sekarang,” kata Purbaya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi global, konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global. Sementara dari dalam negeri, permintaan dolar AS meningkat akibat pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, serta kebutuhan valuta asing untuk musim haji.

“Sedangkan dari domestik, meningkatnya kebutuhan dolar secara musiman seperti pembayaran utang luar negeri dan pembayaran dividen serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar di pasar domestik,” ujar Destry.

Purbaya: Kami Tahu Kelemahan Rupiah dan Bisa Diperbaiki
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Sektor Ekonomi, 2026. (Apindo & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

BI, lanjut Destry, akan terus berada di pasar melalui strategi smart intervention di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF). Bank sentral juga akan mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Menurut dia, kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan domestik mulai membaik. Hal itu tercermin dari aliran modal asing (capital inflow) ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mencapai Rp 61,6 triliun sepanjang April 2026.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 33 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 55 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia