Peran Strategis IIF dalam Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan
JAKARTA, investor.id — PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pengelolaan risiko iklim sebagai salah satu prioritas utama. Hal ini dengan memastikan setiap pembiayaan turut memberikan dampak nyata terhadap aspek lingkungan dan sosial.
Hal itu mengemuka saat IIF berpartisipasi pada 5th Annual Sustainability Week Asia, yang diselenggarakan oleh Economist Impact di Bangkok, Thailand, pada 25-26 Maret 2026.
Direktur Utama/Chief Executive Officer IIF Rizki Pribadi Hasan menyatakan bahwa keikutsertaan IIF dalam forum tersebut bertujuan untuk memperkuat posisinya pembangunan sebagai infrastruktur katalis berkelanjutan, sekaligus memperluas kolaborasi global dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan tanggap risiko iklim di Indonesia.
“Keikutsertaan IIF dalam forum ini merupakan momentum untuk mengukuhkan peran sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan tanggap risiko iklim di Indonesia,” jelas Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Dalam forum tersebut, Direktur Keuangan/Chief Financial Officer (CFO) IIF Eri Wibowo hadir sebagai panelis menjelaskan, konteks transisi menuju ekonomi rendah karbon, IIF telah mengarahkan alokasi pembiayaan ke proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan seperti energi terbarukan dan proyek yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim.
Meski membutuhkan investasi awal yang lebih besar, jelas dia, proyek-proyek tersebut dinilai memiliki stabilitas arus kas jangka panjang yang lebih baik serta risiko yang lebih terkendali. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui berbagai inisiatif strategis, antara lain pada awal tahun 2026, IIF menjalin kerja sama dengan Danareksa dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendorong implementasi prinsip ESG, khususnya dalam pembiayaan sektorsektor produktif.
Di sisi lain, kepercayaan investor internasional terhadap peran IIF juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari investasi sebesar US$30 juta yang diberikan oleh FinDev Canada pada awal tahun 2026 kepada IIF sebagai dukungan terhadap upaya perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Kinerja IIF juga terlihat dari capaian keuangan terbarunya. Sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, IIF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp185 miliar, tumbuh 51,2% dibandingkan Rp122,5 miliar pada tahun sebelumnya. Total aset pun ikut tumbuh 5% secara year-on-year hingga mencapai Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan aset produktif sebesar 2%.
Eri juga menjelaskan, IIF menekankan bahwa dalam menghadapi transisi keberlanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga cermat dalam mengelola risiko. Pendekatan yang diambil bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana memastikan setiap keputusan investasi tetap fleksibel, terukur, dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan jangka panjang.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






