69,5% UMKM Belum Tersentuh Kredit Bank
TANGERANG, investor.id – Tantangan akses pembiayaan masih menjadi batu sandungan utama bagi pelaku usaha lokal di Indonesia. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan bahwa sebanyak 69,5% UMKM saat ini belum mampu mengakses kredit perbankan, meski kebutuhan modal untuk ekspansi usaha sangat tinggi.
Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa sejumlah kendala klasik masih membayangi pelaku usaha, mulai dari rekam jejak Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang tidak memadai, keterbatasan agunan, hingga suku bunga yang dinilai masih tinggi.
“Padahal, kebutuhan akan modal kerja sangat nyata, di mana 43,1% UMKM menyatakan memerlukan kredit untuk ekspansi usaha,” ujar Temmy dalam acara UMKM Digital Finance Tour di Tangerang, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga:
Kredit UMKM Menjauh dari TargetDi tengah hambatan perbankan konvensional, pembiayaan digital melalui platform fintech p2p lending atau pinjaman daring (pindar) muncul sebagai solusi alternatif yang tumbuh positif. Hingga Februari 2026, penyaluran modal melalui platform digital ini telah mencapai Rp 28,8 triliun, atau tumbuh 7,27% secara tahunan.
Namun, Temmy mengingatkan bahwa akses ke pembiayaan digital sangat bergantung pada transparansi operasional. Oleh karena itu, digitalisasi pembukuan dan manajemen keuangan menjadi syarat mutlak bagi UMKM untuk mendapatkan rekam jejak usaha yang kredibel.
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama sektor swasta memperkenalkan platform "UMKM Pintar" yang dikembangkan oleh SeaBank. Platform edukasi daring ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha agar mereka lebih siap masuk ke dalam ekosistem pembiayaan formal.
“Keberadaan platform UMKM Pintar menjadi bagian dari komitmen Kementerian UMKM dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dari sisi literasi dan inklusi keuangan,” kata Temmy.
Ia berharap transformasi digital UMKM tidak hanya berhenti pada aspek pemasaran atau marketplace, tetapi merambah hingga ke pengelolaan keuangan. Dengan pengelolaan yang akuntabel, UMKM diharapkan dapat lebih cepat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui akses pembiayaan yang tepat, UMKM dapat semakin cepat naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” tandas Temmy.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






