Pemerintah Andalkan Hilirisasi untuk Capai Target Investasi Rp 1.400 T
26 Nov 2022 | 10:41 WIB
JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mendorong program hilirisasi untuk menggenjot investasi 2023 yang ditargetkan mencapai Rp 1.400 triliun. Peluang investasi ini akan dikembangkan di kawasan industri yang ramah lingkungan dan memakai energi baru terbarukan (EBT).
“Kami masih mengarah kepada peningkatan kapasitas produksi cadangan sumber daya alam. Inilah daya tarik yang dimiliki Indonesia yang tidak dimiliki negara lain secara maksimal,” ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalamdalam program "Obrolan Malam Fristian" di BTV, Jumat (23/11/2022).
Menteri Bahlil Sebut Investor Global Incar Kekayaan Nikel dan Timah Indonesia
Menurut Bahlil, investor yang bergerak di sektor hilirisasi akan mencari negara-negara penghasil EBT. Indonesia sendiri terus berupaya melakukan transisi energi dari fosil menuju EBT. “Mereka (investor) akan mencari negara-negara penghasil EBT dan punya wilayah menangkap CO2nya dan di Asia Tenggara Indonesia menguasai 45% lahan,” kata Bahlil.
Dia mengatakan gejolak perekonomian global akan mempengaruhi perekonomian domestik di tahun 2023. Kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir sepenuhnya. Pada saat yang sama masih terjadi perang Rusia-Ukraina.
“Sekalipun berbagai lembaga melakukan koreksi terhadap pertumbuhan, tetapi keyakinan saya Indonesia ke depan tidak akan terlalu banyak terkoreksi dari sisi investasi riil di luar sektor keuangan karena investasi yang diurus kementerian investasi di luar sektor keuangan dan hulu migas,” kata Bahlil.
Bahlil: Pemerintah Tegas Jalankan Hilirisasi
Bahlil menuturkan untuk mencapai target investasi tahun 2023 dibutuhkan stabilitas baik dari sisi ekonomi maupun politik. Sebab tahun 2023 akan menjadi tahun politik. Pemerintah harus menjaga stabilitas agar minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia tidak kendur.
“Kalau kta tidak bisa me-manage tahun politik dengan baik, maka ini menjadi tantangan baru. Sebab kecenderungan ketika memasuki tahun politik terjadi wait and see. Saat wait and see kondisi global tidak terlalu membaik perang Ukraina Rusia masih tetap berjalan dan hati-hati ketika terjadi ketegangan politik antara Taiwan dan Tiongkok,” kata Bahlil
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






