Bezos Tawarkan Diskon US$ 2 M ke NASA untuk Tempat Pendaratan di Bulan
WASHINGTON, investor.id – Pemilik Blue Origin, Jeff Bezos, menulis surat terbuka kepada Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada Senin (26/7) waktu setempat, dengan menawarkan potongan harga atau diskon sebanyak US$ 2 miliar agar mengizinkan perusahaannya membangun tempat pendaratan manusia di Bulan.
Kontrak sistem pendaratan manusia (human landing system/HLS) senilai US$ 2,9 miliar telah diberikan kepada rivalnya, SpaceX pada April. Namun, Blue Origin dan perusahaan ketiga Dynetics mengajukan protes, yang mana saat ini sedang menunggu keputusan oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS.
Menurut laporan, Amerika Serikat berusaha untuk kembali mendarat di Bulan pada 2024 di bawah program Artemis. Program ini digunakan untuk mempersiapkan misi Mars berawak pada 2030-an.
Dalam suratnya kepada Administrator NASA Bill Nelson, Bezos menyampaikan bahwa tawaran itu akan menjembatani kekurangan dana yang menyebabkan NASA hanya memilih satu kontraktor, dibandingan dua – yang nantinya akan bersaing satu sama lain. Demikian dikutip AFP.
Bezos menambahkan, tawaran yang diajukan bukan lah sebuah penangguhan, tetapi merupakan pengabaian permanen.
Sejak kalah mendapat kontrak, Blue Origin panik dan melakukan lobi-lobi agar keputusan tersebut dibatalkan. Peristiwa ini membuat Senat meloloskan UU, yang menyatakan setuju untuk menambahkan anggaran US$ 10 miliar untuk sistem pendarat manusia.
Namun undang-undang tersebut masih diperdebatkan di DPR, dan telah dilabeli sebagai “dana talangan (bailout) Bezos” oleh para kritikus.
Dalam surat terbuka, Bezos menulis bahwa keuntungan sistem pendarat Blue Moon buatan Blue Origin adalah penggunaan hidrogen cair untuk bahan bakar, yang dapat ditambang dari es yang berada di Bulan. Hal ini sejalan dengan rencana NASA untuk menggunakan Bulan sebagai tempat mengisi bahan bakar roket untuk operasi lebih dalam ke tata surya.
Dia menambahkan, perusahaan akan menguji pendaratnya di orbit sekitar Bumi dengan biaya sendiri.
“Kami siap membantu NASA memoderasi risiko teknisnya, menyelesaikan kendala anggarannya dan mengembalikan Program Artemis ke jalur yang lebih kompetitif, kredibel, dan berkelanjutan,” kata Bezos.
Di sisi lain, tidak jelas apakah intervensi Bezos di menit-menit terakhir akan memengaruhi hasil kontrak.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Tag Terpopuler
Terpopuler






