Jumat, 15 Mei 2026

Apple Cetak Rekor Pendapatan Meski Kekurangan Pasokan

Penulis : Grace El Dora
29 Jan 2022 | 08:16 WIB
BAGIKAN
Seorang pengunjung terlihat di toko Apple yang baru diluncurkan di Mumbai, India pada 2 Agustus 2019. ( Foto: INDRANIL MUKHERJEE / AFP )
Seorang pengunjung terlihat di toko Apple yang baru diluncurkan di Mumbai, India pada 2 Agustus 2019. ( Foto: INDRANIL MUKHERJEE / AFP )

SAN FRANCISCO, investor.id – Perusahaan teknologi Apple melaporkan pendapatan kuartalan sebesar US$ 124 miliar. Angka ini menjadi rekor pendapatan perusahaan, meskipun ada krisis global dan dampak pergeseran pandemi yang telah membebani pemain teknologi besar lainnya.

Hasil yang mengalahkan ekspektasi telah menawarkan sinyal bahwa ledakan teknologi era virus corona mungkin belum berakhir. Bahkan ketika pertumbuhan yang terus berkurang membayangi perusahaan, seperti juara gaya hidup penguncian Netflix.

"Kami mencatat rekor sepanjang waktu untuk pasar negara maju dan berkembang, serta melihat pertumbuhan pendapatan di semua kategori produk kami kecuali iPad. Yang pasokannya akan dibatasi, sebagaimana kami sampaikan," kata CEO Tim Cook kepada para analis, Jumat (28/1).

Penjualan ponsel pintar mencapai US$71 miliar, didukung oleh permintaan yang kuat untuk lini iPhone 13 terutama di Tiongkok. Raksasa teknologi itu membukukan laba bersih US$ 34,6 miliar pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan US$ 28,7 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan pendapatan.

ADVERTISEMENT

Kekacauan rantai pasokan yang telah mengganggu pembuatan dan pengiriman produk ke konsumen tidak hilang. Tetapi Apple mengatakan pihaknya memperkirakan dampak akan berkurang dalam beberapa bulan mendatang. "Ada beberapa tanda yang menggembirakan di sana," tambah Cook.

Kekuragan semikonduktor disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk lonjakan permintaan setelah pandemi Covid-19 dan gangguan terkait virus di negara-negara produsen chip. Kondisi ini telah memengaruhi industri di seluruh dunia, mulai dari raksasa teknologi hingga produsen mobil.

"Perlu dicatat bahwa Apple dikenal dengan kekuatan rantai pasokannya. Dan banyak yang bertanya-tanya tentang tindakan yang telah diambil dan akan diambil Apple untuk memposisikan dirinya lebih baik pada tahun kalender ini, serta sejauh mana ini dapat merusak margin," kata analis Scott Kessler dari Third Bridge.

Terlepas dari volatilitas saat ini, Apple menjadi perusahaan Amerika Serikat (AS) pertama yang mencapai valuasi pasar US$ 3 triliun. Secara singkat perusahaan mencapai titik penting pada awal Januari 2022, dalam demonstrasi terbaru dari kekuatan pandemi industri teknologi.

Pada sisi lain, kapitalisasi pasar Netflix  tergerus puluhan miliar dolar dalam  minggu lalu, setelah memproyeksikan pertumbuhan hanya 2,5 juta pelanggan pada kuartal I-2021. Ini adalah ekspansi paling lambat sejak 2010 dan terjadi penurunan tajam dari 55 juta pelanggan selama dua tahun terakhir.

Meski demikian, Apple merebut kembali penghargaan penjual ponsel pintar teratas di Tiongkok, setelah jeda enam tahun. Perusahaan mencatat rekor pangsa pasar pada kuartal terakhir 2021, ketika sanksi AS menghantam saingannya Huawei.

Lonjakan penjualan melihat pembuat iPhone menyumbang 23% dari pasar yang sangat kompetitif pada Oktober-Desember 2021, kata perusahaan analisis industri Counterpoint dalam sebuah laporan yang dirilis Rabu (26/1). Perolehan itu menempatkan raksasa AS di posisi terdepan untuk pertama kalinya sejak tiga bulan terakhir 2015, menggulingkan Vivo dari Tiongkok.

App Store membukukan rekor pendapatan kuartalan. Apple meraup lebih dari US$ 19 miliar dari penjualan layanan dan perangkat lunak kepada pengguna perangkat. Pendapatan banner di App Store muncul, saat Apple membela diri terhadap tuduhan bahwa kontrol perusahaan atas toko daring sama dengan monopoli.

Namun langkah bertahap menuju kehidupan pribadi dinilai tidak akan baik untuk bisnis ini. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan akan melambat. "Ini karena (perbandingan) yang lebih menantang, sebab tingkat penguncian yang lebih tinggi di seluruh dunia tahun lalu mendongkrak penggunaan konten dan layanan digital," kata CFO Luca Maestri kepada para analis, dilansir dari AFP. (afp/eld)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia