Ukraina Tolak Ultimatum Putin untuk Menyerahkan Mariupol
KYIV, investor.id – Pemerintah Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk menyerahkan Mariupol, di wilayah selatan Ukraina yang terkepung pada Senin (21/3). Sementara itu, penembakan yang berlangsung semalaman menewaskan enam orang di ibu kota Kyiv.
Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan perjalanan ke Polandia untuk pembicaraan krisis atas serangan militer Rusia.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk menolak tenggat waktu dini hari. Ia mengatakan, pemerintah Rusia seharusnya mengizinkan ratusan ribu penduduk Mariupol yang terperangkap untuk menyelamatkan diri.
“Kami tidak bisa berbicara tentang menyerahkan senjata. Kami telah memberi tahu pihak Rusia tentang hal itu,” kata Vereshchuk kepada surat kabar daring Ukrainska Pravda, Senin.
Komando militer Rusia telah memperingatkan bahwa pihak berwenang di Mariupol memiliki waktu hingga 5:00, yaitu pada 21 Maret untuk menanggapi delapan halaman tuntutan. Menurut pejabat Ukraina, menyepakati tuntutan akan berarti menyerah.
“Kami menyerukan unit Angkatan Bersenjata Ukraina, batalyon pertahanan teritorial, tentara bayaran asing untuk menghentikan permusuhan, meletakkan senjata mereka,” kata Kolonel Jenderal Rusia Mikhail Mizintsev. Ia memperingatkan, mereka yang tidak menyerah akan menghadapi pengadilan militer dan lebih buruk lagi dari itu.
Serangan Semalaman
Pemerintah Ukraina menyatakan penolakan setelah bom Rusia menghantam sasaran di seluruh negeri semalaman, menewaskan sedikitnya enam orang di Kyiv. Serangan itu juga diduga merusak pabrik kimia di utara negara itu, yang menyebabkan kebocoran amonia.
Gubernur regional Sumy Dmytro Zhyvytsky mengatakan bahwa penembakan artileri Rusia telah menghantam pabrik pupuk Sumykhimprom. Ia memperingatkan penduduk dalam radius 2,5 kilometer (km) untuk mencari perlindungan.
Krisis Kemanusiaan
Krisis kemanusiaan diperkirakan paling akut di Mariupol. Selama hampir sebulan pasukan Rusia membombardir dan mengepung kota pelabuhan selatan tersebut, yang menjebak sekitar 350.000 orang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menggambarkan situasi kemanusiaan di kota itu sangat mengerikan. “Penduduk menghadapi kekurangan makanan, air, maupun obat-obatan yang kritis dan berpotensi fatal,” katanya.
Mariupol adalah target penting dalam perang Vladimir Putin di Ukraina. Kota itu menyediakan jembatan darat antara pasukan Rusia di Krimea di barat daya dan wilayah yang dikuasai Rusia di utara dan timur.
Seorang diplomat Yunani yang tetap berada di kota itu selama beberapa pengeboman mengatakan kota itu akan menjadi salah satu sasaran serangan masa perang yang paling merusak dalam sejarah.
“Mariupol akan dimasukkan dalam daftar kota di dunia yang hancur total akibat perang, seperti Guernica, Stalingrad, Grozny, Aleppo,” kata Manolis Androulakis setelah terbang kembali ke Athena, Yunani.
Dalam pidato video terbarunya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh pemerintah Rusia membombardir sekolah Mariupol yang menampung ratusan orang, menyebutnya sebagai tindakan teror yang akan diingat bahkan di abad berikutnya.
“Pasukan Rusia datang untuk memusnahkan kami, untuk membunuh kami,” katanya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






