Dampak Perang Rusia di Ukraina Terhadap Ekonomi Global
PARIS, investor.id – Satu bulan konflik di Ukraina telah membuat harga minyak global melonjak, sejumlah perusahaan asing keluar dari Rusia, dan pemerintah Rusia menghadapi kekhawatiran gagal bayar (default) utang negara. Berikut ini adalah dampak ekonomi dan bagaimana perang Rusia di Ukraina mengguncang ekonomi global.
Harga Komoditas Melambung
Harga minyak dan gas telah melonjak karena kekhawatiran pasokan, karena Rusia adalah salah satu produsen dan pengekspor bahan bakar fosil terbesar di dunia.
Minyak mentah Brent North Sea, patokan internasional, mencapai harga US$ 90 per barel pada Februari 2022. Pada 7 Maret 2022 harganya melonjak ke US$ 139,13, mendekati level tertinggi 14 tahun dan harga tetap sangat fluktuatif.
Harga gas juga meroket, dengan referensi Eropa TTF Belanda melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di harga 345 euro pada 7 Maret 2022.
Pemerintah Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Inggris telah mengumumkan larangan minyak Rusia. Sementara Uni Eropa (UE) telah menghindari sanksi terhadap sektor energi Rusia, karena negara-negara seperti Jerman sangat bergantung pada pasokan gas Rusia.
Komoditas lain yang diproduksi secara besar-besaran di Rusia telah melonjak, termasuk nikel dan aluminium. Rantai pasokan industri otomotif menghadapi gangguan karena suku cadang utama, yang berasal dari Ukraina.
Ancaman Makanan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa konflik dapat berdampak jauh di luar Ukraina. “(Menyebabkan) badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global,” ujarnya.
Adapun Rusia dan Ukraina adalah lumbung pangan dunia, menyumbang 30% dari ekspor gandum global. Harga sereal dan minyak goreng sejak itu telah meningkat.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO mengatakan bahwa jumlah orang yang kekurangan gizi dapat meningkat delapan hingga 13 juta orang selama tahun ini dan tahun depan.
Kapal-kapal tidak meninggalkan Ukraina dan ada kekhawatiran tentang musim tanam yang akan datang di negara itu.
Pemerintah AS, India, dan Eropa dapat menutupi kekurangan gandum. Tapi bisa lebih rumit untuk menggantikan minyak bunga matahari dan jagung, karena Ukraina menjadi eksportir nomor satu dan nomor empat di dunia.
Pasar Terguncang
Pasar saham telah memulai tahun ini dengan catatan yang baik karena ekonomi pulih dari pandemi Covid-19 dan perusahaan membukukan hasil yang sehat.
Tetapi perang telah membawa volatilitas ke pasar. Sementara bursa saham Moskow ditutup selama tiga minggu dan hanya dibuka kembali sebagian pada Senin (21/3).
Sanksi Barat telah melumpuhkan sektor perbankan dan sistem keuangan Rusia, sementara nilai rubel runtuh.
Perusahaan Melarikan Diri
Ratusan perusahaan Barat telah menutup toko dan kantor di Rusia sejak perang dimulai karena sanksi, tekanan politik, atau opini publik. Daftar tersebut mencakup nama-nama terkenal seperti Ikea, Coca-Cola, dan MacDonald's.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengangkat ancaman nasionalisasi perusahaan milik asing.
Beberapa perusahaan telah memilih untuk tinggal di Rusia dengan alasan tanggung jawab sosial mereka untuk tidak meninggalkan karyawan lokal.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






