Jumat, 15 Mei 2026

Bank-Bank Besar Masih Biayai Bahan Bakar Fosil

Penulis : Happy Amanda Amalia
26 Mar 2022 | 14:22 WIB
BAGIKAN
Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP
Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP

PARIS, investor.id – Laporan lembaga riset (think tank) InfluenceMap yang dirilis pada Jumat (25/3) menunjukkan, bank-bank besar masih terus menggelontorkan ratusan miliaran dolar untuk membiayai belanja bahan bakar fosil. Hal ini bertentangan dengan janji-janji mereka untuk mengurangi emisi karbon yang mendorong perubahan iklim mematikan.

Hasil analis InfluenceMap yang berbasis di London, Inggris menemukan ada 30 kelompok keuangan terbesar terdaftar di dunia yang masih memberikan US$ 740 miliar kepada para produsen bahan bakar fosil pada 2020 dan 2021. Bahkan bank-bank tersebut masih memegang miliaran dalam bentuk investasi.

Laporan menyebutkan, para penyedia pembiayaan terbesar untuk bahan bakar fosil itu terdiri atas JP Morgan dengan US$ 81 miliar, Citigroup dengan US$ 69 miliar dan Bank of America dengan US$ 55 miliar.

ADVERTISEMENT

“Ada pemutusan mencolok antara apa yang mereka katakan tentang perubahan iklim dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan,” ujar Eden Coates, penulis laporan, yang dilansir AFP.

Sebagai informasi, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN’s Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) telah menyampaikan bahwa emisi karbon dioksida global harus mencapai nol bersih pada 2050, jika pemanasan global ingin dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius guna membatasi dampak bencana.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) pun telah menerbitkan peta jalan pada 2021 yang menunjukkan agar peralihan energi memenuhi target maka tidak boleh ada investasi dalam proyek pasokan bahan bakar fosil baru.

Alhasil semua, kecuali satu dari 30 bank yang disurvei telah berkomitmen untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050. Laporan InfluenceMap juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan adalah anggota kelompok yang melobi untuk melemahkan kebijakan keuangan hijau.

Para pegiat melihat temuan semacam itu sebagai bukti pencucian hijau – artinya perusahaanperusahaan tetap meneriakkan janji iklim sambil mengambil tindakan yang merusak tujuan-tujuan itu.

Para pegiat menambahkan bahwa para pemegang saham harus menekan perusahaan untuk mengurangi kerusakan akibat perubahan iklim.

“Setiap bank yang membuat janji nol bersih (net zero) seraya secara aktif melobi peraturan iklim yang diperlukan – seperti keterbukaan wajib emisi peminjam dan rencana aksi iklim – merupakan tindakan pencucian hijau. Para pemegang saham harus memberikan suara menentang para direktur bank yang menyembunyikan keterbukaan mereka terhadap risiko iklim,” kata Christopher Hohn, seorang manajer dana miliarder yang dikenal sebagai investor aktivis.

Lembaga InfluenceMap melakukan penilaian terhadap kebijakan dan aktivitas iklim dalam pernyataan perusahaan bank srta menggunakan data dan tolok ukur berbasis ilmu pengetahuan untuk mengukur implementasinya. Mereka menambahkan, perusahaanperusahaan juga diberi kesempatan untuk meninjau dan menanggapi hasil analisisnya. (afp)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia