Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Pasokan
TOKYO, investor.id – Harga minyak naik pada Senin (18/4) karena kekhawatiran tumbuh tentang pasokan global yang lebih ketat. Sementara krisis yang semakin dalam di Ukraina meningkatkan prospek sanksi yang lebih berat oleh Barat terhadap eksportir utama Rusia.
Brent berjangka LCOc1 naik US$ 1,50 atau 1,3%, ke level US$ 113,20 per barel pada 0030 GMT. CLc1 berjangka West Texas Intermediate Amerika Serikat (AS) naik 98 sen atau 0,9% menjadi US$ 107,93 per barel.
Menjelang liburan akhir pekan Paskah, kedua kontrak naik lebih dari 2,5% pada Kamis (14/4) di tengah berita bahwa Uni Eropa (UE) mungkin secara bertahap akan melarang impor minyak Rusia.
Pemerintah UE mengatakan pekan lalu bahwa eksekutif blok itu sedang menyusun usulan untuk melarang minyak mentah Rusia, tetapi para diplomat mengatakan pemerintah Jerman tidak secara aktif mendukung embargo dengan segera.
Komentar itu muncul sebelum ketegangan meningkat dalam krisis Ukraina selama akhir pekan lalu. Tentara Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk meletakkan senjata pada Minggu (17/4) di pelabuhan Mariupol yang hancur. Pemerintah Rusia, yang menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi khusus, mengatakan bahwa pasukannya hampir sepenuhnya merebut kota itu tanpa memberikan tanda-tanda gencatan senjata.
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA) telah memperingatkan bahwa sekitar 3 juta barel per hari (bph) minyak Rusia dapat ditutup mulai Mei 2022 dan seterusnya karena sanksi, atau pembeli secara sukarela menghindari kargo Rusia.
Produksi minyak Rusia terus merosot pada April 2022, turun 7,5% pada paruh pertama bulan sejak Maret 2022, kata laporan kantor berita Interfax pada Jumat (15/4).
“Pasar minyak kemungkinan akan tetap dalam tren bullish pekan ini, dengan pasokan tambahan terbatas yang berasal dari produsen minyak utama untuk mengimbangi berkurangnya aliran dari Rusia,” kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Securities Co. Ltd.
“Melonjaknya harga minyak untuk pemanas AS juga berada di belakang reli baru-baru ini, karena ekspektasi tumbuh bahwa pasar minyak AS akan semakin ketat akibat meningkatnya permintaan untuk ekspor ke Eropa,” lanjutnya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+), yang mencakup Rusia, telah menolak tekanan Barat untuk meningkatkan produksi lebih cepat di bawah kesepakatan yang disepakati sebelumnya untuk meningkatkan pasokan.
Sebuah laporan OPEC pekan lalu menunjukkan bahwa produksi OPEC pada Maret 2022 naik hanya 57.000 bph menjadi 28,56 juta bph. Jumlah ini tertinggal dari kenaikan 253.000 bph yang diizinkan OPEC di bawah kesepakatan OPEC+.
Menambah tekanan, pemerintah Libya menghentikan produksi minyak dari ladang minyak El Feel pada Minggu. Dua sumber di pelabuhan minyak Zueitina mengatakan bahwa ekspor di sana telah ditangguhkan setelah pengunjuk rasa yang menyerukan Perdana Menteri Abdulhamid al-Dbeibah yang berbasis di Tripoli untuk mengundurkan diri, mengambil alih situs tersebut.
Meski demikian, perkiraan produksi minyak AS sedang direvisi naik. Terlepas dari kendala tenaga kerja dan rantai pasokan, karena harga yang lebih tinggi memacu lebih banyak pengeboran dan kegiatan penyelesaian sumur, menurut pakar industri.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






