Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Naik Tipis Setelah Penurunan Besar Sebelumnya

Penulis : Grace El Dora
28 Apr 2022 | 07:53 WIB
BAGIKAN
Tanda jalan di dekat Bursa Efek New York di Wall Street di New York, Amerika Serikat. (FOTO: ANGELA WEISS / AFP)
Tanda jalan di dekat Bursa Efek New York di Wall Street di New York, Amerika Serikat. (FOTO: ANGELA WEISS / AFP)

NEW YORK, investor.id – Indeks utama Amerika Serikat (AS) sedikit lebih tinggi pada penutupan perdagangan pada Rabu (Kamis pagi WIB), kembali mencatat kenaikan tipis yang hilang di sesi sebelumnya karena investor menunggu data pertumbuhan AS.

Sentimen di Wall Street telah terpukul dalam beberapa sesi terakhir oleh pernyataan dari pejabat tinggi Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan bahwa mereka akan secara agresif menaikkan suku bunga untuk melawan rekor inflasi AS. Ini bersamaan dengan dampak dari perang di Ukraina dan penguncian pandemi baru di Tiongkok.

Sementara itu trader bersiap-siap karena pemerintah AS akan segera memberikan perkiraan pertama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I-2022 pada Kamis (28/4), di tengah kekhawatiran baik ekspansi yang lemah atau bahkan mungkin kontraksi.

“Kami tidak akan terkejut melihat tingkat pertumbuhan headline negatif,” kata bank Wells Fargo dalam sebuah catatan, Kamis. Ia menunjuk pada laporan pemerintah dirilis Rabu (27/4), yang menunjukkan lonjakan defisit Maret 2022 dalam perdagangan barang internasional.

ADVERTISEMENT

“Namun demikian, laju pertumbuhan yang lambat ini akan menyesatkan karena akan menutupi permintaan konsumen dan bisnis yang cukup solid di awal tahun,” lanjutnya.

Patokan Dow Jones Industrial Average naik 0,2% dan ditutup pada 33.301,93.

S&P 500 berbasis luas naik 0,2% menjadi 4.183,96 dan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi berakhir datar di 12.488,93.

Boeing ditutup 7,5% lebih rendah setelah raksasa penerbangan itu melaporkan kerugian US$ 1,2 miliar dalam kuartal buruk yang terbebani oleh biaya baru pada bisnisnya di Rusia, jet kepresidenan Air Force One, dan pesawat 777X baru.

Microsoft naik 4,8% setelah rilis pendapatan kuartalan yang menunjukkan laba US$ 16,7 miliar berkat permintaan untuk komputasi awan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia