Jumat, 15 Mei 2026

Saham Asia Pasifik Naik, Investor Tunggu Kebijakan Moneter BoJ

Penulis : Grace El Dora
28 Apr 2022 | 08:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)
Ilustrasi bursa Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

SINGAPURA, investor.id – Saham Asia Pasifik bergerak lebih tinggi pada perdagangan Kamis (28/4) pagi, sementara investor di kawasan ini menantikan keputusan kebijakan moneter terbaru bank sentral Jepang (BoJ).

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik fraksional, sementara indeks Topix naik 0,31%.

Penjualan ritel Jepang naik lebih dari yang diharapkan pada Maret 2022, menurut data pemerintah yang dirilis Kamis. Penjualan ritel naik 0,9% pada Maret 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di atas pasar rata-rata yang diperkirakan naik 0,4%, menurut Reuters.

BoJ akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada pukul 11:00 HK/ SIN pada Kamis.

ADVERTISEMENT

Kospi Korea Selatan naik 0,32%, sementara S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,94%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,21% lebih tinggi.

Investor di Asia Pasifik akan terus memantau perkembangan seputar situasi Covid-19 di daratan Tiongkok.

Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Selasa (26/4) menggencarkan upaya ‘habis-habisan’ untuk membangun infrastruktur. Komentarnya disampaikan ketika Tiongkok daratan sejak Maret 2022 menghadapi wabah Covid-19 terburuk sejak guncangan awal pandemi pada awal 2020.

Pada perdagangan semalam di Amerika Serikat (AS), indeks S&P 500 naik 0,21% menjadi 4.183,96. Dow Jones Industrial Average naik 61,75 poin atau 0,19% menjadi 33.301,93. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi sedikit berubah di 12.488,93.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di level 102,985 atau terus bertahan di atas level 102 yang dilintasi awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 128,37 per dolar, lebih lemah dibandingkan dengan level di bawah 127,4 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,7118, turun dari level di atas US$ 0,72 yang terlihat di awal pekan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia