Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Saudi Aramco Melonjak 82%

Penulis : Investor Daily
16 Mei 2022 | 12:22 WIB
BAGIKAN
Gedung perusahaan Aramco Services di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Shutterstock )
Gedung perusahaan Aramco Services di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Shutterstock )

DUBAI, investor.id - Produsen minyak milik negara Saudi Aramco pada Minggu (15/5/2022) melaporkan kenaikan laba bersih kuartal I-2022 hampir 82%. Secara luas ini sejalan dengan perkiraan para analis, dibantu oleh harga minyak yang kuat.

Aramco, yang setara dengan Apple Inc sebagai perusahaan paling berharga di dunia, melaporkan laba bersih sebesar US$ 39,5 miliar untuk kuartal yang berakhir hingga 31 Maret dari US$ 21,7 miliar setahun sebelumnya.

Pengekspor minyak utama dunia itu diperkirakan akan membukukan laba bersih sebesar US$ 38,5 miliar, menurut rata-rata perkiraan dari 12 analis yang diberikan oleh perusahaan.

Aramco, yang tercatat di bursa pada 2019 dengan menjual 1,7% sahamnya terutama ke lembaga publik dan regional Saudi, mengatakan labanya adalah yang tertinggi di setiap kuartal sejak go public, didorong oleh harga minyak mentah, volume yang terjual, dan peningkatan margin hilir.

ADVERTISEMENT

Laba oleh perusahaan-perusahaan energi global seperti BP dan Shell telah meningkat ke level tertinggi setidaknya dalam satu dekade didukung oleh kenaikan harga komoditas, bahkan ketika banyak dari mereka mengalami penurunan nilai karena keluar dari Rusia.

Harga minyak mentah Brent mengakhiri kuartal pertama naik hampir 70% menjadi US$ 107,91 per barel dari akhir Maret 2021.

OPEC+ bulan ini menyetujui kenaikan moderat dalam target produksi minyak bulanannya, dengan alasan pihaknya tidak dapat disalahkan atas gangguan pada pasokan Rusia yang telah menaikkan harga. OPEC+ juga mengatakan penguncian virus corona Tiongkok mengancam prospek permintaan.

"Pandangan kami adalah Brent akan berakhir lebih rendah di paruh kedua tahun ini dan menjadikan kami memperkirakan laba (Aramco) mundur dan untuk kuartal II menjadi puncaknya," kata Yousef Husseini, direktur asosiasi untuk penelitian ekuitas di EFG Hermes.

Perusahaan mengumumkan dividen sebesar US$ 18,8 miliar yang akan dibayarkan pada kuartal II, sesuai dengan ekspektasi pasar, dan menyetujui pembagian satu saham bonus untuk setiap 10 saham yang dimiliki perusahaan.

Aramco mengatakan melihat peningkatan margin hilir pada kuartal I dan sedang mencari untuk mengembangkan peluang di sektor hilir.

"Selama kuartal I, ekspansi hilir strategis kami berkembang lebih jauh di Asia dan Eropa, dan kami terus mengembangkan peluang yang melengkapi tujuan pertumbuhan kami," kata CEO Aramco Amin Nasser dalam sebuah pernyataan.

Saham perusahaan telah meningkat 37% sejak awal tahun, mengungguli indeks Saudi yang naik hampir 14%.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia