Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung perusahaan Aramco Services di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Shutterstock )

Gedung perusahaan Aramco Services di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Shutterstock )

Laba Bersih Saudi Aramco Melonjak 82%

Senin, 16 Mei 2022 | 12:22 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

DUBAI, investor.id - Produsen minyak milik negara Saudi Aramco pada Minggu (15/5/2022) melaporkan kenaikan laba bersih kuartal I-2022 hampir 82%. Secara luas ini sejalan dengan perkiraan para analis, dibantu oleh harga minyak yang kuat.

Aramco, yang setara dengan Apple Inc sebagai perusahaan paling berharga di dunia, melaporkan laba bersih sebesar US$ 39,5 miliar untuk kuartal yang berakhir hingga 31 Maret dari US$ 21,7 miliar setahun sebelumnya.

Pengekspor minyak utama dunia itu diperkirakan akan membukukan laba bersih sebesar US$ 38,5 miliar, menurut rata-rata perkiraan dari 12 analis yang diberikan oleh perusahaan.

Aramco, yang tercatat di bursa pada 2019 dengan menjual 1,7% sahamnya terutama ke lembaga publik dan regional Saudi, mengatakan labanya adalah yang tertinggi di setiap kuartal sejak go public, didorong oleh harga minyak mentah, volume yang terjual, dan peningkatan margin hilir.

Laba oleh perusahaan-perusahaan energi global seperti BP dan Shell telah meningkat ke level tertinggi setidaknya dalam satu dekade didukung oleh kenaikan harga komoditas, bahkan ketika banyak dari mereka mengalami penurunan nilai karena keluar dari Rusia.

Harga minyak mentah Brent mengakhiri kuartal pertama naik hampir 70% menjadi US$ 107,91 per barel dari akhir Maret 2021.

OPEC+ bulan ini menyetujui kenaikan moderat dalam target produksi minyak bulanannya, dengan alasan pihaknya tidak dapat disalahkan atas gangguan pada pasokan Rusia yang telah menaikkan harga. OPEC+ juga mengatakan penguncian virus corona Tiongkok mengancam prospek permintaan.

"Pandangan kami adalah Brent akan berakhir lebih rendah di paruh kedua tahun ini dan menjadikan kami memperkirakan laba (Aramco) mundur dan untuk kuartal II menjadi puncaknya," kata Yousef Husseini, direktur asosiasi untuk penelitian ekuitas di EFG Hermes.

Perusahaan mengumumkan dividen sebesar US$ 18,8 miliar yang akan dibayarkan pada kuartal II, sesuai dengan ekspektasi pasar, dan menyetujui pembagian satu saham bonus untuk setiap 10 saham yang dimiliki perusahaan.

Aramco mengatakan melihat peningkatan margin hilir pada kuartal I dan sedang mencari untuk mengembangkan peluang di sektor hilir.

"Selama kuartal I, ekspansi hilir strategis kami berkembang lebih jauh di Asia dan Eropa, dan kami terus mengembangkan peluang yang melengkapi tujuan pertumbuhan kami," kata CEO Aramco Amin Nasser dalam sebuah pernyataan.

Saham perusahaan telah meningkat 37% sejak awal tahun, mengungguli indeks Saudi yang naik hampir 14%.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN