Komentar “Perasaan Buruk” Elon Musk Soal Ekonomi AS Langsung Ditanggapi Ekonom
FRANKFURT, investor.id – CEO Tesla Elon Musk mengatakan kepada manajer puncak bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi. Ia menilai bahwa produsen mobil listrik tersebut perlu memotong staf sekitar 10%, menurut surel internal yang dilihat oleh Reuters. Komentarnya dengan cepat ditanggapi oleh sejumlah ekonom global.
Surel berjudul “jeda semua perekrutan di seluruh dunia” itu dikirim ke eksekutif Tesla pada Jumat (3/6), dan menggarisbawahi prospek ekonomi yang semakin suram untuk dunia, karena harga melonjak dan perang di Ukraina melewati hari ke-100.
Pesan dari Musk datang tak lama setelah Jamie Dimon, kepala dan CEO JPMorgan Chase, menggambarkan tantangan yang dihadapi ekonomi AS mirip dengan “badai”.
Berikut reaksi atas komentar tersebut.
Daniel Ives, Direktur Pengelola dan Analis Teknologi Senior, Wedbush Securities (di media sosial Twitter)
“Pasar jelas akan membaca pesan ini secara negatif saat pertama kali melihat. Isu yang jelas sekarang tetap sepi terkait kesepakatan (pembelian) Twitter. Musk lebih negatif pada ekonomi, apa selanjutnya pada kisah Twitter,” ungkapnya, Jumat.
Carsten Brzeski, Kepala Penelitian Makroekonomi Global ING.
“Perasaan buruk Musk dirasakan oleh banyak orang,” kata Carsten Brzeski, kepala penelitian ekonomi makro global di bank Belanda ING.
“Kita berbicara tentang stagnasi dan ekonomi global yang harus melalui perubahan struktural yang signifikan, seperti dekarbonisasi, deglobalisasi, dan penyesuaian dengan masyarakat yang lebih tua,” tuturnya.
“Tapi kita tidak berbicara tentang resesi global. Kami memperkirakan pendinginan ekonomi global menjelang akhir tahun. (Ekonomi) AS akan mendingin, sementara Tiongkok dan Eropa tidak akan pulih,” lanjut Brzeski.
“Memberhentikan pekerja, bagaimanapun, bukanlah reaksi terbaik. Kami akan membutuhkan pekerja terampil lebih dari sebelumnya di masa depan. Ini bisa berubah menjadi pemecatan dan kemudian mempekerjakan (lagi),” kata dia.
Francois Savary, Kepala Investasi Prime Partners
“Pada akhirnya mudah untuk membuat komentar seperti itu. Setiap orang memiliki ketakutan, tetapi belum ada tanda untuk membenarkan pandangan negatif seperti itu. Ada risiko resesi ya ... tapi ... Anda perlu melihat angka menuju ke arah itu dan sejauh ini tidak ada,” ujar Savary.
“Itu akan sangat bergantung pada apa yang terjadi di pasar tenaga kerja. Jika kita mengalami penurunan signifikan pasar tenaga kerja AS selama musim panas, maka ... ada risiko resesi tahun depan,” pungkasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

