Jumat, 15 Mei 2026

IEA: Dana US$ 2,4 Triliun untuk Energi Tahun ini Tidak Cukup Mengatasi Krisis Pasokan

Penulis : Grace El Dora
22 Jun 2022 | 15:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi minyak dunia. (Sumber: Antara)
Ilustrasi minyak dunia. (Sumber: Antara)

BRUSSEL, investor.id – Dana US$ 2,4 triliun yang akan diinvestasikan dalam energi tahun ini mencakup rekor pengeluaran untuk energi terbarukan, tetapi tidak mampu mengatasi kesenjangan pasokan dan mengatasi perubahan iklim, kata Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (22/6).

Investasi tersebut naik 8% dari tahun sebelumnya ketika pandemi lebih parah, mencakup peningkatan besar di sektor listrik dan upaya untuk meningkatkan efisiensi energi. Data ini dirilis oleh pengawas yang berbasis di Paris tersebut dalam laporan tahunannya tentang investasi.

“Lonjakan besar-besaran dalam investasi untuk mempercepat transisi energi bersih adalah satu-satunya solusi yang bertahan lama,” kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol, Rabu.

ADVERTISEMENT

“Investasi semacam ini meningkat, tetapi kita membutuhkan peningkatan yang jauh lebih cepat untuk mengurangi tekanan pada konsumen dari harga bahan bakar fosil yang tinggi, membuat sistem energi kita lebih aman, dan membuat dunia berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan iklim kita,” jelasnya.

Meski demikian, kemajuan difokuskan di negara maju dengan negara-negara yang lebih miskin kecuali Tiongkok masih kurang dalam investasi energi terbarukan daripada 2015. Saat itu para pemimpin menandatangani Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu sedekat mungkin dengan 1,5 derajat Celcius di atas level sebelum zaman industri.

Investasi batubara, salah satu bahan bakar fosil paling berpolusi, naik 10% tahun lalu, menurut peringatan IEA. Sementara itu, pemerintah Tiongkok terus menghadirkan pembangkit listrik tenaga batubara baru.

Namun, investasi energi bersih di seluruh dunia sudah meningkat 12% sejak 2020 setelah naik hanya 2% setiap tahun dalam lima tahun sebelumnya.

Investasi dalam bahan bakar fosil lainnya tidak mencapai tujuan iklim, kata IEA, dan masih tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat jika sistem energi tidak dilengkapi kembali ke teknologi yang lebih bersih.

“Pengeluaran minyak dan gas hari ini terjebak di antara dua visi masa depan: terlalu tinggi untuk jalur yang selaras dengan membatasi pemanasan global hingga 1,5 °C, tetapi tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang meningkat dalam skenario di mana pemerintah tetap pada pengaturan kebijakan saat ini dan gagal memenuhi janji iklim mereka,” tulisnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia