Jumat, 15 Mei 2026

BoE: Kejatuhan Kripto Menunjukkan Perlunya Aturan yang Lebih Ketat

Penulis : Grace El Dora
6 Jul 2022 | 13:48 WIB
BAGIKAN
Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)
Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

LONDON, investor.id – Bank sentral Inggris (BoE) memperingatkan bahwa krisis aset kripto (cryptocurrency) baru-baru ini yang menghapus lebih dari US$ 2 triliun valuasi. Jatuh bebas ini menyoroti perlunya peraturan keuangan yang lebih ketat, kata BoE, karena crash mengekspos kerentanan di pasar kripto mengingatkan tentang serangan gejolak keuangan sebelumnya.

Volatilitas ekstrem di pasar kripto, termasuk yang disebut stablecoin, menghasilkan aksi jual (fire sales) dan penurunan harga yang diperkuat, kata bank dalam laporan stabilitas keuangan terbaru.

Sementara stabilitas keuangan secara keseluruhan tidak terancam, bank khawatir bahwa risiko sistemik akan tumbuh karena aset kripto menjadi lebih terkait dengan sistem keuangan yang lebih luas. Dengan demikian, BoE menyerukan kerangka peraturan dan penegakan hukum yang ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

“Teknologi tidak mengubah hukum ekonomi dan keuangan dan risiko. Sekarang kita perlu membawa sistem regulasi yang akan mengelola risiko tersebut di dunia kripto dengan cara yang sama seperti kita mengelolanya di dunia konvensional,” kata Jon Cunliffe, wakil gubernur untuk stabilitas keuangan, Rabu (6/7).

Bitcoin dan aset kripto lainnya telah jatuh tahun ini, memangkas valuasi total kripto dari US$ 3 triliun pada puncaknya pada akhir 2021 menjadi US$ 900 miliar, kata bank tersebut.

Salah satu kehancuran terbesar melibatkan stablecoin Terra, yang meledak pada Mei 2022, menghapus valuasi puluhan miliar dolar dengan hanya sedikit atau tanpa akuntabilitas sama sekali.

Stablecoin telah dilihat sebagai taruhan yang lebih aman di antara aset kripto lain karena valuasinya kerap dipatok ke mata uang yang didukung pemerintah, seperti dolar Amerika Serikat (AS) atau logam mulia seperti emas.

Pejabat di seluruh Eropa telah meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto.

Departemen Keuangan Inggris telah mengusulkan pengaturan stablecoin yang digunakan sebagai pembayaran. Pekan lalu, Uni Eropa (UE) menandatangani kesepakatan sementara untuk paket peraturan menyeluruh bagi 27 negara anggota blok itu untuk menjinakkan apa yang disebut negosiator utama kesepakatan itu sebagai “Wild West dunia kripto”.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia