Sunak Atau Truss Akan Jadi PM Baru Inggris
LONDON, investor.id – Saingan di Partai Konservatif Rishi Sunak dan Liz Truss berduel dalam beberapa minggu mendatang untuk menjadi perdana menteri (PM) baru Inggris. Keduanya menawarkan jawaban yang bersaing untuk beberapa krisis Inggris.
Mantan menteri keuangan (menkeu) Sunak, seorang sentris, menawarkan kejujuran fiskal di samping janji-janji integritas baru, setelah masa jabatan pemimpin Boris Johnson yang tercoreng skandal. Ia kembali memimpin dengan perolehan 137 suara dalam pemungutan suara kelima dan terakhir anggota parlemen Tory.
Perlombaan penting untuk tempat kedua dimenangkan secara tipis oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Truss yang memperoleh 113 suara, melawan 105 untuk Menteri Perdagangan Penny Mordaunt.
Sunak dan Truss sekarang membawa usulan mereka ke anggota Partai Konservatif. Mereka akan memutuskan pemimpin baru dan perdana menteri dalam kampanye enam minggu ke depan.
Hasilnya akan diumumkan pada 5 September 2022. Tetapi Inggris sudah dijamin akan mendapatkan perdana menteri kulit berwarna pertama atau pemimpin wanita ketiganya.
“Kita perlu memulihkan kepercayaan, membangun kembali ekonomi, dan menyatukan kembali negara kita,” kata Sunak setelah kemenangannya, Rabu (21/7). Saat ini, Inggris menghadapi krisis biaya hidup terburuk dalam beberapa dekade yang timbul oleh pandemi, perang di Ukraina, dan Brexit.
Truss menjadi kandidat unggulan untuk mengalahkan Sunak berdasarkan jajak pendapat anggota partai baru-baru ini, mengatakan dia tidak berpuas diri sama sekali.
“Apa yang saya yakini adalah bahwa menurunkan pajak, membuka peluang, akan membantu kami memberikan pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan Inggris,” katanya.
“Dan itu juga akan membantu mengantarkan kita pada pemilihan berikutnya,” lanjut Truss.
Hasta la Vista
Pengunduran diri Sunak sebagai menteri keuangan bulan ini membantu menggulingkan Johnson setelah berbulan-bulan skandal termasuk “Partygate”, saat Johnson dan kerabatnya mengadakan pesta di tengah pembatasan Covid-19 yang dibuatnya sendiri. Kantor PM di Downing Street dilaporkan menjalankan kampanye “siapa pun (penggantinya) kecuali Rishi”.
Pada sesi Pertanyaan PM terakhir di parlemen sebelumnya, Johnson membungkuk dengan mengatakan “Hasta la vista, sayang!” serunya.
Sebagai tanda dukungan untuk platform Thatcherite Truss, ia mendesak penggantinya untuk memotong pajak dan menderegulasi di mana Anda bisa menjadikan ini tempat terbaik untuk tinggal dan berinvestasi.
Johnson mendesak para pesaing untuk melanjutkan dukungannya yang blak-blakan untuk Ukraina, dan tetap dekat dengan Amerika Serikat (AS).
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

